"Kami bukan hanya mengirimkan pesawat-pesawat tempur ke sana, pesawat penyerang dan helikopter, namun juga sistem roket antipesawat," tutur kepala Angkatan Udara Rusia Viktor Bondarev dalam wawancara dengan harian Komsomolskaya Pravda seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (5/11/2015).
Dikatakannya, Rusia memutuskan untuk mengirimkan sistem rudal ke Suriah karena "kami memperhitungkan setiap ancaman yang mungkin."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Bondarev, Rusia telah mengerahkan lebih dari 50 pesawat dan helikopter di Suriah, persis seperti yang dibutuhkan. "Saat ini, kami tidak membutuhkan lebih dari itu," tuturnya.
Bondarev pun berkomentar mengenai sebuah jet tempur Rusia yang melintas masuk ke wilayah Turki pada Oktober lalu. Dikatakannya, jet tersebut terpaksa masuk ke wilayah Turki karena saat terbang di sepanjang perbatasan Turki, peralatan menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara yang ditempatkan di darat mencoba menargetkan jet tersebut.
"Oleh karena itu pilot harus melakukan manuver antirudal. Jadi dia agak masuk ke wilayah udara Turki seperti yang telah kamu akui," katanya.
(ita/ita)










































