"Hingga saat ini, sedikitnya 53 jasad korban telah teridentifikasi," tutur penanggung jawab otoritas St Petersburg, Aleksandr Rzhanenkov, seperti dilansir kantor berita TASS, Kamis (5/11/2015).
Ditambahkan Rzhanenkov, proses identifikasi diperkirakan akan selesai pada Kamis (5/11) waktu setempat. Kemudian, lanjutnya, dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melakukan tes genetik terhadap jasad korban yang belum teridentifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat jenis Airbus A-321 tersebut membawa total 217 penumpang dan tujuh awak ketika jatuh di Sinai Utara, Mesir pada Sabtu (31/10) lalu. Sebagian besar penumpang dan awak merupakan warga negara Rusia, sedangkan lainnya terdiri atas empat warga Ukraina dan satu warga Belarusia.
Dituturkan Rzhanenkov, seluruh jasad awak pesawat telah berhasil diidentifikasi. "Seluruh awak pesawat telah teridentifikasi," sebutnya.
Sejauh ini, sedikitnya tiga jasad korban yang teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Rzhanenkov menyebutkan, pemakaman pertama untuk para korban akan mulai digelar pada Jumat (6/11) besok di kota Novgorod. (nvc/ita)










































