Tim Selidiki Dugaan Penyelundupan Objek Berbahaya ke Pesawat Rusia

Tim Selidiki Dugaan Penyelundupan Objek Berbahaya ke Pesawat Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Nov 2015 12:37 WIB
Tim Selidiki Dugaan Penyelundupan Objek Berbahaya ke Pesawat Rusia
Puing pesawat Rusia yang jatuh di Sinai, Mesir (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)
Kairo - Penyelidikan insiden jatuhnya pesawat maskapai Rusia, Metrojet, di Mesir mengarah pada dugaan bom di dalam pesawat. Tim penyidik kini tengah fokus memeriksa kemungkinan objek berbahaya diselundupkan ke dalam pesawat saat di Bandara Internasional Sharm el-Sheikh.

"Ada dua versi sekarang yang sedang diselidiki: sesuatu diselundupkan ke dalam (pesawat) dan gangguan teknis. Tapi pesawat tidak bisa begitu saja hancur di udara -- pasti ada sesuatu hal. Roket kecil kemungkinannya (menjatuhkan pesawat) karena tidak ada tanda-tandanya," ucap seorang sumber dari otoritas penerbangan Rusia yang terlibat penyelidikan, seperti dilansir Reuters, Kamis (5/11/2015).

Pakar keamanan dan penyidik telah menyatakan bahwa kecil kemungkinannya pesawat diserang dari luar, dan militan yang berbasis di Sinai diyakini tidak memiliki teknologi yang cukup canggih untuk menembak jatuh pesawat yang ada di ketinggian 30 ribu kaki atau 9 ribu meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dugaan soal ledakan bom yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat Rusia disampaikan oleh otoritas Inggris dan juga Amerika Serikat. Informasi intelijen terbaru AS menyebut kemungkinan besar adanya bom yang ditanam di dalam pesawat jenis Airbus A-321 itu.

Berbicara kepada CNN, sejumlah pejabat AS yang memahami penyelidikan ini menekankan, belum ada kesimpulan resmi yang dicapai oleh komunitas intelijen AS dan otoritas AS belum melihat bukti forensik dari lokasi. Seorang pejabat AS lainnya, menuturkan kepada CNN, informasi intelijen juga menunjukkan adanya seseorang di Bandara Internasional Sharm el-Sheikh, Sinai yang membantu menyelundupkan bom ke dalam pesawat.

"Bandara memiliki keamanan yang longgar. Bandara ini (Sharm el-Sheikh) dikenal dengan hal itu. Tapi ada informasi intelijen yang menunjukkan adanya bantuan dari seseorang di bandara," sebut pejabat yang enggan disebut namanya ini.

Belum ada tanggapan dari otoritas Mesir yang memimpin penyelidikan, atas laporan intelijen AS ini. Sejak insiden ini terjadi pada 31 Oktober lalu, otoritas Mesir sedikit mengesampingkan dugaan terorisme terlihat dalam insiden ini. (nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini