AS dan Inggris Yakin Ledakan Bom Jatuhkan Pesawat Rusia

AS dan Inggris Yakin Ledakan Bom Jatuhkan Pesawat Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Nov 2015 09:54 WIB
AS dan Inggris Yakin Ledakan Bom Jatuhkan Pesawat Rusia
Puing pesawat Rusia yang jatuh di Sinai, Mesir (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)
Washington - Otoritas Amerika Serikat dan Inggris kompak menyebut kemungkinan besar bahwa pesawat maskapai Rusia, Metrojet, dijatuhkan oleh bom. Diyakini ada bom yang diselundupkan ke dalam pesawat.

Pernyataan ini muncul di tengah klaim terbaru militan afiliasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Mesir yang menegaskan kembali bahwa mereka yang menjatuhkan pesawat jenis Airbus A-321 itu. Militan ini juga menyatakan akan menjelaskan cara mereka menjatuhkan pesawat itu pada waktu yang mereka tentukan sendiri.

"Sebuah bom menjadi skenario yang paling memungkinkan. Ini akan menjadi sesuatu yang akan dilakukan ISIL (nama lain ISIS)," tutur seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya kepada AFP, Kamis (5/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika dikonfirmasi, maka ini akan menjadi serangan bom pertama ISIS terhadap pesawat penumpang. Militan yang mengklaim menjatuhkan pesawat Rusia ini merupakan militan yang bermarkas di Sinai Utara, yakni Wilayat Sinai, yang telah menyatakan sumpah setia terhadap ISIS.

Dugaan serupa juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, namun tanpa menyebut kelompok tertentu. "Kami telah menyimpulkan bahwa ada kemungkinan besar kecelakaan ini disebabkan oleh bahan peledak di dalam pesawat," ucapnya.

Pernyataan Hammond ini disampaikan usai rapat dengan komisi penanggulangan krisis Inggris yang dipimpin Perdana Menteri David Cameron. Secara terpisah, juru bicara PM Cameron juga menyebut adanya informasi terang soal bom yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat Rusia.

Dilansir CNN, informasi intelijen AS terbaru merujuk pada keterlibatan ISIS atau militan tertentu terkait ISIS dalam jatuhnya pesawat Rusia ini, dengan menyelundupkan bom. Dugaan ini didasarkan pada informasi intelijen yang dikumpulkan sebelum dan setelah pesawat jatuh di Sinai Utara, Mesir.

"Ada keyakinan kuat bahwa sebuah bahan peledak ditanam di dalam koper atau di suatu lokasi di dalam pesawat," sebut seorang pejabat AS lainnya seperti dikutip CNN.

(nvc/ita)


Berita Terkait