Pernyataan ini muncul di tengah klaim terbaru militan afiliasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Mesir yang menegaskan kembali bahwa mereka yang menjatuhkan pesawat jenis Airbus A-321 itu. Militan ini juga menyatakan akan menjelaskan cara mereka menjatuhkan pesawat itu pada waktu yang mereka tentukan sendiri.
"Sebuah bom menjadi skenario yang paling memungkinkan. Ini akan menjadi sesuatu yang akan dilakukan ISIL (nama lain ISIS)," tutur seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya kepada AFP, Kamis (5/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan serupa juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, namun tanpa menyebut kelompok tertentu. "Kami telah menyimpulkan bahwa ada kemungkinan besar kecelakaan ini disebabkan oleh bahan peledak di dalam pesawat," ucapnya.
Pernyataan Hammond ini disampaikan usai rapat dengan komisi penanggulangan krisis Inggris yang dipimpin Perdana Menteri David Cameron. Secara terpisah, juru bicara PM Cameron juga menyebut adanya informasi terang soal bom yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat Rusia.
Dilansir CNN, informasi intelijen AS terbaru merujuk pada keterlibatan ISIS atau militan tertentu terkait ISIS dalam jatuhnya pesawat Rusia ini, dengan menyelundupkan bom. Dugaan ini didasarkan pada informasi intelijen yang dikumpulkan sebelum dan setelah pesawat jatuh di Sinai Utara, Mesir.
"Ada keyakinan kuat bahwa sebuah bahan peledak ditanam di dalam koper atau di suatu lokasi di dalam pesawat," sebut seorang pejabat AS lainnya seperti dikutip CNN.
(nvc/ita)











































