"Sejumlah besar potongan tubuh yang ditemukan mengindikasikan ledakan kuat terjadi di dalam pesawat, sebelum pesawat menghantam daratan," tutur pakar forensik Mesir yang memeriksa jasad korban kepada media Rusia, Sputnik dan dilansir RT, Rabu (4/11/2015).
Namun, lanjut pakar forensik yang enggan disebut namanya ini, analisis DNA masih diperlukan untuk mengidentifikasi jasad korban. Rusia sebelumnya menyatakan 140 jasad korban dan lebih dari 100 bagian tubuh korban tewas telah dibawa dari Kairo ke St Petersburg untuk diidentifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan bahwa para korban tewas didiagnosis dengan luka bakar hingga 90 persen di sekujur tubuh. Serpihan logam serta puing pesawat jenis Airbus A-321 juga ditemukan menancap pada jasad korban.
Sementara itu, jasad para penumpang yang duduk di bagian depan pesawat tewas akibat berbagai sebab, mulai dari kehilangan banyak darah, terkejut, luka terbuka di kepala dan berbagai luka patah serta retak tulang.
Namun kantor berita Rusia, TASS yang mengutip pakar Rusia dan Mesir yang memahami penyelidikan menyatakan, penyidik tidak menemukan luka bekas ledakan pada pemeriksaan awal jasad korban. "Tidak ada tanpa bekas ledakan saat pemeriksaan awal," ucap sumber yang dikutip TASS.
Sejauh ini, memang belum ada pengumuman resmi soal hasil pemeriksaan forensik terhadap korban juga hasil penyelidikan awal soal penyebab jatuhnya pesawat. Semua opsi masih terbuka sementara penyelidikan yang dipimpin tim pakar Mesir bersama pakar Rusia, Airbus dan Irlandia, tempat pesawat terdaftar, masih terus berlangsung.
(nvc/ita)










































