Luka Bakar pada Jasad Korban Indikasikan Ada Ledakan di Pesawat Rusia

Luka Bakar pada Jasad Korban Indikasikan Ada Ledakan di Pesawat Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 04 Nov 2015 10:57 WIB
Luka Bakar pada Jasad Korban Indikasikan Ada Ledakan di Pesawat Rusia
Pesawat Metrojet jenis Airbus A-321 yang jatuh di Mesir (REUTERS/Marina Lystseva)
Kairo - Berbagai spekulasi terus bermunculan soal penyebab jatuhnya pesawat maskapai Rusia, Metrojet, di Mesir. Pakar forensik Mesir menyebut luka-luka yang dialami para korban mengindikasikan adanya ledakan di dalam pesawat, sebelum akhirnya jatuh ke darat.

"Sejumlah besar potongan tubuh yang ditemukan mengindikasikan ledakan kuat terjadi di dalam pesawat, sebelum pesawat menghantam daratan," tutur pakar forensik Mesir yang memeriksa jasad korban kepada media Rusia, Sputnik dan dilansir RT, Rabu (4/11/2015).

Namun, lanjut pakar forensik yang enggan disebut namanya ini, analisis DNA masih diperlukan untuk mengidentifikasi jasad korban. Rusia sebelumnya menyatakan 140 jasad korban dan lebih dari 100 bagian tubuh korban tewas telah dibawa dari Kairo ke St Petersburg untuk diidentifikasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara terpisah, tabloid Rusia LifeNews mengklaim telah mendapat hasil pemeriksaan forensik terhadap korban yang menunjukkan adanya luka bakar. "Penumpang (yang duduk) di deretan bagian ekor pesawat tewas akibat luka bakar," sebut LifeNews berdasarkan hasil pemeriksaan forensik tersebut.

Disebutkan bahwa para korban tewas didiagnosis dengan luka bakar hingga 90 persen di sekujur tubuh. Serpihan logam serta puing pesawat jenis Airbus A-321 juga ditemukan menancap pada jasad korban.

Sementara itu, jasad para penumpang yang duduk di bagian depan pesawat tewas akibat berbagai sebab, mulai dari kehilangan banyak darah, terkejut, luka terbuka di kepala dan berbagai luka patah serta retak tulang.

Namun kantor berita Rusia, TASS yang mengutip pakar Rusia dan Mesir yang memahami penyelidikan menyatakan, penyidik tidak menemukan luka bekas ledakan pada pemeriksaan awal jasad korban. "Tidak ada tanpa bekas ledakan saat pemeriksaan awal," ucap sumber yang dikutip TASS.

Sejauh ini, memang belum ada pengumuman resmi soal hasil pemeriksaan forensik terhadap korban juga hasil penyelidikan awal soal penyebab jatuhnya pesawat. Semua opsi masih terbuka sementara penyelidikan yang dipimpin tim pakar Mesir bersama pakar Rusia, Airbus dan Irlandia, tempat pesawat terdaftar, masih terus berlangsung.


(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini