"Saat berbicara dengan (Menteri Luar Negeri Rusia Sergey) Lavrov, (Menlu AS John) Kerry menyampaikan simpati dari seluruh rakyat Amerika," ujar juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov kepada wartawan seperti dilansir kantor berita Rusia, ITAR-TASS, Selasa (3/11/2015).
"Mungkin, ini tidak harus dijelaskan oleh Kremlin. Bagi kami, hal yang paling utama adalah membantu keluarga korban yang kehilangan keluarga tercinta mereka dalam kecelakaan pesawat ini, dan kami fokus pada persoalan ini," ucap Peskov, menjawab pertanyaan soal tanggapan Rusia atas absennya belasungkawa secara personal dari Obama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejumlah negara tentu menawarkan bantuan dalam penyelidikan untuk mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat," tuturnya, tanpa menyebut negara mana saja yang menawarkan.
Peskov merujuk pada aturan internasional dalam penyelidikan kecelakaan udara, yang harus melibatkan negara tempat pesawat terdaftar, negara yang memproduksi pesawat, negara yang menjadi lokasi kecelakaan serta negara yang warganya menjadi korban. Kotak hitam pesawat kini tengah diperiksa para pakar dari Mesir dan Rusia, bersama tim ahli dari Jerman dan Prancis, juga pihak Airbus dan Irlandia, tempat pesawat itu didaftarkan.
Secara terpisah, juru bicara Gedung Putih AS, Josh Earnest, seperti dilansir Reuters, menyatakan penyidik AS menawarkan bantuan kepada otoritas Rusia dan Mesir dalam mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat Rusia. Namun Earnest tidak menyebut lebih lanjut apakah bantuan itu diterima. Hubungan diplomatik Rusia dan AS selalu diwarnai ketegangan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pencaplokan Crimea di Ukraina, oleh Rusia pada tahun 2014 lalu. (nvc/nrl)











































