Informasi ini disampaikan seorang sumber dari komisi penyelidikan yang melakukan analisis terhadap rekaman penerbangan pesawat jenis Airbus A-321 tersebut, seperti dilansir Reuters, Selasa (3/11/2015). Namun sumber ini menolak untuk memberikan penjelasan mendalam soal informasi tersebut, karena proses analisis masih belum selesai.
Sumber ini hanya menyebut, hasil analisis juga menunjukkan bahwa pilot tidak memberikan panggilan darurat sebelum pesawat menghilang dari radar pada Sabtu (31/10) lalu. Pesawat hilang kontak selang 23 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sharm el-Sheikh, Sinai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pihak maskapai Metrojet atau Kogalymavia telah mengatakan, jatuhnya pesawat tak mungkin disebabkan gangguan teknis ataupun kesalahan manusia.
Wakil Direktur Jenderal Kogalymavia, Alexander Smirnov mengatakan, jatuhnya pesawat di wilayah Semenanjung Sinai tersebut hanya bisa disebabkan oleh sejumlah "aksi teknis atau fisik" yang menyebabkan pesawat pecah di udara dan jatuh.
"Tak ada kegagalan teknis yang bisa menyebabkan pesawat pecah di udara," tutur Smirnov seperti dilansir AFP. "Pesawat berada dalam kondisi yang bagus," imbuhnya.
Otoritas Rusia telah menyatakan bahwa pesawat hancur saat masih mengudara, namun penyebabnya masih harus diselidiki lebih lanjut. Sedangkan Kementerian Penerbangan Sipil Mesir menyebut, pesawat tercatat di ketinggian 9.400 ribu meter ketika menghilang dari radar. (nvc/ita)











































