Seperti dilansir AFP, Senin (2/11/2015), aktivitas penerbangan di bandara tersibuk ketiga untuk kategori jumlah penumpang ini, sempat terganggu pada Senin (2/11) waktu setempat, ketika bom seberat 125 kilogram ditemukan di kompleks bandara.
Dalam pernyataannya, pihak bandara menyatakan temuan bom sisa perang itu berhasil dinetralkan, atau dihancurkan dengan ledakan yang dikendalikan dan diawasi agar tidak memicu ancaman lebih lanjut.
Namun dua pesawat yang hendak lepas landas terpaksa dibatalkan, sedangkan lima pesawat yang akan mendarat terpaksa dialihkan karena temuan bom ini. Sedangkan 34 jadwal penerbangan lainnya dimajukan jamnya atau ditunda hingga landasan dinyatakan aman.
Bom sisa perang ini ditemukan di area konstruksi, dekat landasan utama bandara tersebut. Sebelum diledakkan, bom dimasukkan ke dalam lubang sedalam 8 meter untuk menghindarkan kerusakan fatal.
"Suara ledakan bisa terdengar jelas di dekat bandara," demikian pernyataan otoritas Dusseldorf.
Otoritas setempat mengkhawatirkan keberadaan bom sisa perang lainnya yang terpendam di area sekitar bandara. Oleh karena aktivitas penggalian lebih dalam akan dilakukan sepanjang bulan ini untuk menyisir peledak sisa perang.
Pada tahun 2009 lalu, bom sisa perang seberat 500 kilogram ditemukan di dekat kompleks bandara dan telah dihancurkan. Selang 70 tahun setelah Perang Dunia II berakhir, sebagian wilayah Jerman diyakini masih dipenuhi bom-bom sisa perang yang belum meledak. Dalam beberapa insiden, pekerja konstruksi seringkali tak sengaja menemukan bom sisa perang yang memicu evakuasi besar-besaran. (nvc/nwk)











































