Militer Israel menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (2/11/2015), pasukan Israel mendekati dua warga Palestina di sebuah pom bensin dekat pos pemeriksaan antara Israel dan Tepi Barat. Saat itulah, satu dari kedua pria Palestina itu mencoba menikam salah satu tentara Israel.
Melihat itu, para tentara Israel lainnya menembak pria Palestina itu. Dia kemudian tewas akibat luka-luka tembaknya, sementara warga Palestina lainnya ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang warga Palestina mencoba menikam seorang tentara Israel di sebelah utara Hebron, Tepi Barat. Pria Palestina itu kemudian tewas ditembak tentara Israel.
Setidaknya 68 warga Palestina dan satu warga Arab Israel telah tewas dalam rangkaian kekerasan antara warga Palestina dan Israel. Selain itu, sembilan warga Israel juga tewas dalam aksi penikaman yang dilakukan warga Palestina.
Sejak meningkatnya kekerasan pada 1 Oktober lalu, otoritas Israel telah menangkap lebih dari 1.000 warga Palestina dan Arab Israel. Kebanyakan dari mereka merupakan para pemuda dan wanita muda.
Dari jumlah itu, menurut Klub Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners Club), kelompok kemanusiaan yang berbasis di kota Ramallah, Tepi Barat, penangkapan terbanyak yakni sebanyak 221 penangkapan, dilakukan di kota Hebron.
Penangkapan terbanyak kedua dilakukan di wilayah Yerusalem timur dengan 201 penangkapan, diikuti kemudian dengan Ramallah, Tepi Barat dengan 138 penangkapan. Selain itu, sebanyak 160 warga Arab Israel juga telah ditangkap terkait kekerasan dan bentrokan. (ita/ita)










































