Belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat penumpang Rusia di wilayah Sinai, Mesir. Para penyelidik kecelakaan udara Prancis telah tiba di Mesir untuk ikut melakukan penyelidikan.
Badan penyelidikan kecelakaan udara Prancis, BEA menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (2/11/2015), pihaknya terlibat dalam penyelidikan ini karena pesawat Airbus A321-200 yang jatuh di Sinai tersebut dirancang di Prancis.
Pejabat BEA mengatakan, tim penyelidik termasuk dua penyelidik BEA dan enam penasihat tenis dari Airbus telah tiba di Mesir pada Minggu, 1 November waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keseluruhan 224 penumpang dan kru tewas dalam insiden jatuhnya pesawat Kogalymavia alias Metrojet tersebut. Komisi Penerbangan Antarwilayah Rusia, Viktor Sorochenko menuturkan bahwa pesawat ini pecah saat masih mengudara. Penyebab insiden ini masih dalam penyelidikan otoritas terkait.
"Disintegrasi pesawat terjadi di udara dan pecahannya tersebar di area yang sangat luas," sebut Viktor seperti dikutip kantor berita Rusia, RIA-Novosti.
Kotak hitam pesawat telah ditemukan pada Sabtu (31/10) dan saat ini konten rekaman penerbangan yang ada di kotak hitam itu tengah dianalisis oleh otoritas terkait.
(ita/ita)










































