Hanya beberapa turis yang khawatir untuk terbang pulang ke rumah setelah mengetahui adanya pesawat Rusia jatuh di Sinai Utara pada Sabtu (31/10). Pesawat yang terbang ke St Petersburg tersebut, tengah membawa sebagian besar turis asal Rusia usai berlibur di Sharm el-Sheikh saat insiden ini terjadi.
"Kami takut," tutur dua turis wanita asal Rusia yang harus terbang pulang pada Minggu (1/11), seperti dilansir AFP, Senin (2/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak turis asal Rusia yang tengah berlibur di Sharm el-Sheikh. Mereka mengaku menerima banyak telepon dan juga pesan singkat berisi kekhawatiran kerabat dan keluarga usai berita jatuhnya pesawat Metrojet tujuan Rusia menyebar luas di media massa.
Pasangan turis asal Skotlandia, Mark dan Laura, yang baru tiba dari Edinburg mengaku mendengar berita soal insiden itu sesaat sebelum lepas landas. Namun keduanya terlihat tetap relaks dan menikmati liburan mereka di Sharm el-Sheikh.
Perayaan Halloween yang digelar Sabtu (31/10) malam di beberapa hotel di kawasan Sharm el-Sheikh, usai insiden tersebut terjadi, masih tetap ramai diikuti turis asing. Beberapa orangtua membahas soal insiden pesawat jatuh itu saat jauh dari anak-anak mereka, yang asyik merayakan Halloween dalam berbagai macam kostum. Tidak ada laporan penundaan maupun pembatalan penerbangan dari Bandara Sharm el-Sheikh usai insiden ini.
Terletak di antara tebing gurun dan perairan hangat Laut Merah, kawasan Sharm el-Sheikh diwarnai pantai lengkap dengan hotel dan pusat menyelam. Kawasan ini tetap menarik jutaan turis, kebanyakan dari Rusia, meskipun aktivitas militan setempat mengalami peningkatan sejak Mohamed Morsi digulingkan dari kursi presiden tahun 2013 lalu. (nvc/ita)










































