The Independent mengutip media Rusia NTV, Senin (2/11/2015), mengabarkan adanya masalah teknis sebelum lepas landas. Dugaan pun mencuat, persoalan teknis itu yang menjadi penyebab hancurnya pesawat hingga berkeping-keping.
"Dia sempat mengeluh sebelum terbang, ada masalah teknis tersisa di pesawat yang masih mengganggunya," terang Natalya kepada NTV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reuters |
"Tak ada yang abnormal.. Pilot juga tidak meminta untuk mengubah arah pesawat," ucapnya
Kecelakaan ini menewaskan 224 orang, termasuk 25 anak-anak. Sejauh ini, baru sekitar 160 jenazah yang berhasil dievakuasi dari pegunungan Sinai.
Pesawat Airbus A321 Kogalymavia yang dioperasikan oleh perusahaan Rusia Metrojet, terbang dari Sharm el-Sheikh menuju St Petersburg. Pesawat tersebut hilang kontak di atas pegunungan Sinai. Dugaan mencuat, pesawat meledak di udara sebelum jatuh. Namun kepastian hal ini masih harus diselidiki secara mendalam. (mad/ita)












































Reuters