Seorang pejabat Komite Penerbangan Rusia, Viktor Sorochenko seperti dilansir Reuters, Minggu (1/11/2015) menyebut bahwa kemungkinan pesawat dengan merk Metrojet itu telah patah diudara. Sorochenko menyatakan hal tersebut setelah memeriksa lokasi kecelakaan. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan.
Saat ini, tim investigasi yang tengah berada di Mesir sedang melakukan pemeriksaan data black box dari pesawat nahas itu. Pemeriksaan data black box diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama.
Pesawat diketahui berada di ketinggian 9.400 meter ketika hilang dari radar. Kecelakaan pada ketinggian ini tergolong langka dalam dunia penerbangan, namun termasuk kecelakaan mematikan. Menurut layanan pelacakan penerbangan berbasis di Swedia, FlightRadar24, pesawat ini kehilangan ketinggian dengan cepat, yakni sekitar 2 ribu meter setiap menit sebelum hilang sinyal.
Kementerian Perhubungan Rusia langsung memerintahkan kepada maskapai Kogalymavia untuk tidak mengoperasikan semua pesawat jenis Airbus A321 yang mereka miliki. Larangan itu berlaku hingga proses investigasi di Mesir selesai.
(Hbb/Hbb)











































