Pesawat Rusia Diduga Patah di Udara Sebelum Jatuh di Mesir

Pesawat Rusia Diduga Patah di Udara Sebelum Jatuh di Mesir

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Senin, 02 Nov 2015 04:58 WIB
Pesawat Rusia Diduga Patah di Udara Sebelum Jatuh di Mesir
Foto: Reuters/ Mohamed Abd El Ghany
Moskow - Pesawat Airbus A321 milik maskapai Kogalymavia  jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir pada Sabtu (31/10). Diduga pesawat berisi 224 orang itu patah saat terbang di udara sebelum akhirnya terjatuh.

Seorang pejabat Komite Penerbangan Rusia, Viktor Sorochenko seperti dilansir Reuters, Minggu (1/11/2015) menyebut bahwa kemungkinan pesawat dengan merk Metrojet itu telah patah diudara. Sorochenko menyatakan hal tersebut setelah memeriksa lokasi kecelakaan. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan.

Saat ini, tim investigasi yang tengah berada di Mesir sedang melakukan pemeriksaan data black box dari pesawat nahas itu. Pemeriksaan data black box diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama.

Pesawat diketahui berada di ketinggian 9.400 meter ketika hilang dari radar. Kecelakaan pada ketinggian ini tergolong langka dalam dunia penerbangan, namun termasuk kecelakaan mematikan. Menurut layanan pelacakan penerbangan berbasis di Swedia, FlightRadar24, pesawat ini kehilangan ketinggian dengan cepat, yakni sekitar 2 ribu meter setiap menit sebelum hilang sinyal.

Kementerian Perhubungan Rusia langsung memerintahkan kepada maskapai Kogalymavia untuk tidak mengoperasikan semua pesawat jenis Airbus A321 yang mereka miliki. Larangan itu berlaku hingga proses investigasi di Mesir selesai.

(Hbb/Hbb)


Berita Terkait