Israel Adili Remaja 13 Tahun Asal Palestina yang Tikam Warganya

Israel Adili Remaja 13 Tahun Asal Palestina yang Tikam Warganya

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2015 20:23 WIB
Israel Adili Remaja 13 Tahun Asal Palestina yang Tikam Warganya
Ilustrasi (REUTERS/Mohamad Torokman)
Yerusalem - Seorang remaja Palestina yang baru berusia 13 tahun diadili oleh pengadilan Israel. Remaja laki-laki ini dijerat dakwaan percobaan pembunuhan atas penikaman dua pelajar Israel hingga luka-luka di Yerusalem Timur.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (31/10/2015), insiden yang terjadi pada 12 Oktober lalu ini tidak hanya melibatkan remaja bernama Ahmed Mansara ini saja, tapi juga sepupunya yang berusia 15 tahun, Hassan, yang tewas ditembak polisi Israel. Otoritas Israel meyakini serangan itu direncanakan oleh keduanya.

"Keduanya (Ahmed dan sepupunya) membahas soal situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa, soal warga Gaza, soal otoritas Palestina dan Hamas, dan memutuskan untuk menjadi martir... dan untuk menikam warga Yahudi," demikian pernyataan Kementerian Kehakiman Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan otoritas Israel bahwa kedua remaja itu pulang ke rumah dari sekolah, mengambil pisau dan bergerak ke kawasan permukiman Yahudi di Pisgat Zeev. Di sana, mereka menikam seorang remaja Yahudi sebanyak dua kali sebelum akhirnya kabur.

Tidak berhenti di situ saja, keduanya kembali beraksi dan menikam bocah Israel berusia 12 tahun yang sedang asyik bersepeda. Bocah Israel itu ditikam sebanyak 4 kali oleh kedua pelaku dan mereka melarikan diri. Ahmed tertabrak mobil ketika berusaha kabur, sedangkan Hassan ditembak mati tentara keamanan Israel setelah dia berusaha mengancam mereka dengan pisau.

Aksi kekerasan semakin marak di wilayah Israel, Yerusalem dan Palestina beberapa bulan terakhir. Sedikitnya 9 warga Israel tewas dalam berbagai serangan pisau dan penembakan di berbagai wilayah. Sedangkan 63 warga Palestina dan satu warga keturunan Israel-Arab tewas dalam kekerasan yang sama, namun beberapa tewas ditembak polisi Israel usai mendalangi serangan pisau terhadap warga Israel.

Ketegangan ini dipicu oleh status kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, yang disakralkan oleh umat muslim dan Yahudi. Palestina menuding Israel berusaha mengubah aturan yang berlaku di kompleks itu, soal hanya umat muslim yang boleh beribadah di sana dan non-muslim dilarang. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berulang kali membantah tudingan itu. (nvc/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads