Pesawat yang Jatuh di Mesir Bawa 214 Warga Rusia dan 3 Warga Ukraina

Pesawat yang Jatuh di Mesir Bawa 214 Warga Rusia dan 3 Warga Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2015 20:21 WIB
Pesawat yang Jatuh di Mesir Bawa 214 Warga Rusia dan 3 Warga Ukraina
Keluarga korban pesawat Rusia yang jatuh di Mesir (REUTERS/Peter Kovalev)
Kairo - Otoritas Mesir merilis data resmi soal asal kewarganegaraan para penumpang pesawat maskapai Rusia, Kogalymavia, yang jatuh di Sinai Utara. Sebagian besar penumpang pesawat merupakan warga negara Rusia.

Pesawat jenis Airbus A-321 ini membawa total 217 penumpang dan tujuh awak pesawat. Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Sabtu (31/10/2015), kabinet pemerintah Mesir menyebut 214 penumpang berkewarganegaraan Rusia dan tiga penumpang lainnya berkewarganegaraan Ukraina.

Jumlah penumpang tersebut terdiri atas 138 penumpang perempuan, 62 penumpang laki-laki dan 17 penumpang anak-anak. Kementerian Urusan Darurat Rusia, seperti dilansir AFP, merilis daftar nama penumpang, yang terdiri atas bayi perempuan berusia 10 bulan hingga nenek berusia 77 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak dijelaskan lebih lanjut soal asal kewarganegaraan dan jenis kelamin tujuh awak pesawat itu.

Tayangan televisi Rusia menampilkan keluarga korban yang menanti kejelasan informasi di Bandara Pulkovo, St Petersburg. Terlihat beberapa tidak bisa menahan kesedihan mendengar kabar pesawat yang ditumpangi orang tercinta mereka jatuh di Mesir. Beberapa terlihat cemas, ada yang berpelukan untuk saling menguatkan satu sama lain.

(REUTERS/Peter Kovalev)


Penyebab jatuhnya pesawat Rusia ini belum diketahui pasti. Penyelidikan tengah dilakukan, baik oleh otoritas Mesir maupun oleh otoritas Rusia, yang mengirimkan tim secara langsung ke lokasi jatuhnya pesawat.

Pesawat ini lepas landas dari Bandara Internasional Sharm El-Sheikh, Mesir pada Sabtu (31/10) pukul 05.51 waktu setempat dan terbang menuju St Petersburg, Rusia. Selang 23 menit kemudian, pesawat hilang dari radar. Pilot pesawat sempat menghubungi operator Air Traffic Control (ATC) Mesir untuk melaporkan gangguan teknis dan meminta perubahan rute. Pilot juga meminta izin melakukan pendaratan darurat di bandara Kairo.

Pesawat diketahui berada di ketinggian 9.400 meter ketika hilang dari radar. Kecelakaan pada ketinggian ini tergolong langka dalam dunia penerbangan, namun termasuk kecelakaan mematikan. Menurut layanan pelacakan penerbangan berbasis di Swedia, FlightRadar24, pesawat ini kehilangan ketinggian dengan cepat, yakni sekitar 2 ribu meter setiap menit sebelum hilang sinyal.

(REUTERS/Peter Kovalev)
(nvc/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads