Kotak Hitam Pesawat Ditemukan, Telepon Genggam Penumpang Berdering

Pesawat Rusia Jatuh di Mesir

Kotak Hitam Pesawat Ditemukan, Telepon Genggam Penumpang Berdering

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2015 19:58 WIB
Kotak Hitam Pesawat Ditemukan, Telepon Genggam Penumpang Berdering
Maskapai Kogalymavia juga dikenal sebagai Metrojet (REUTERS/Kim Philipp Piskol)
Kairo - Kotak hitam pesawat maskapai Rusia, Kogalymavia, yang jatuh di Sinai Utara, Mesir telah berhasil ditemukan. Namun masih ada satu bagian kotak hitam pesawat yang harus dicari, dengan kondisi puing tersebar di area yang cukup luas.

Disampaikan petugas penyelamat di lokasi kejadian, seperti dilansir Reuters, Sabtu (31/10/2015), bahwa salah satu dari dua rekaman penerbangan ditemukan cukup cepat. Kini, petugas masih menyisir lokasi untuk mencari satu bagian yang lain.

Area pencarian cukup besar mengingat puing-puing pesawat tersebar di area yang cukup luas. Bangkai pesawat jenis Airbus A-321 ini ditemukan di area pegunungan terpencil sekitar wilayah Hassana, yang berjarak 35 kilometer sebelah selatan kota pantai Al Arish, Sinai Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dituturkan petugas penyelamat di lokasi, hingga kini sudah ada 120 jasad utuh yang ditemukan petugas. Petugas mendapat temuan tidak lazim di lokasi, yakni banyak suara deringan telepon genggam terdengar di antara puing-puing pesawat.

"Kami mendengar banyak suara deringan telepon, kemungkinan besar milik para korban, dan petugas mengumpulkannya dan memasukkannya ke dalam satu tas," tutur petugas penyelamat yang enggan disebut namanya kepada Reuters.

Petugas penyelamat di lokasi sebelumnya menuturkan bahwa banyak ditemukan jenazah penumpang yang masih terduduk di kursi pesawat. Menurut petugas di lokasi, badan pesawat patah menjadi dua dan salah satu bagian terlihat menghantam batu besar.

Pesawat dengan nomor registrasi KGL-9268 ini membawa 217 penumpang dan tujuh awak. Belum diketahui asal kewarganegaraan para penumpang dan awak pesawat. Namun otoritas Mesir menyebut sebagian besar penumpang merupakan turis asal Rusia.

Perdana Menteri Mesir, Sherif Ismail bergerak ke lokasi jatuhnya pesawat bersama dengan beberapa jajaran kementerian Mesir untuk melihat langsung suasana di lokasi. (nvc/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini