PM Mesir Sebut Pesawat Penumpang Rusia Jatuh di Sinai Tengah

PM Mesir Sebut Pesawat Penumpang Rusia Jatuh di Sinai Tengah

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2015 15:25 WIB
PM Mesir Sebut Pesawat Penumpang Rusia Jatuh di Sinai Tengah
Ilustrasi (Saul Loeb/AFP)
Kairo - Kantor Perdana Menteri Mesir menyatakan pesawat Rusia yang hilang kontak, dipastikan jatuh. Pesawat yang membawa lebih dari 200 penumpang, mayoritas turis Rusia ini, dilaporkan jatuh di wilayah Semenanjung Sinai, yang rawan konflik.

"Pesawat sipil Rusia... jatuh di wilayah Sinai bagian tengah," demikian pernyataan Kantor PM Sharif Ismail seperti dilansir AFP, Sabtu (31/10/2015).

Tidak ada penjelasan lebih lanjut dari kantor PM Mesir soal penyebab maupun lokasi pasti jatuhnya pesawat yang terbang menuju kota St Petersburg, Russia ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber otoritas Rusia, seperti dikutip media Rusia, RT, menyebut pesawat sipil dengan nomor penerbangan 7K9268 itu menghilang dari radar selang 23 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sharm El-Sheikh, Mesir. Pesawat ini dilaporkan hilang dari radar saat masuk wilayah udara Siprus.

Informasi menyebut, pesawat jenis Airbus A-321 itu merupakan pesawat sewaan yang dioperasikan oleh maskapai Rusia, Kogalymavia, maskapai kecil yang berkantor di Siberia Barat.

Terdapat perbedaan informasi soal jumlah penumpang dan awak di dalam pesawat tersebut. Otoritas Mesir menuturkan kepada Reuters, bahwa pesawat itu membawa 212 penumpang dan awak, sedangkan otoritas Rusia menyebut pesawat itu membawa 224 penumpang dan awak.

Secara terpisah, seperti dilansir media Mesir, Ahram Online, Wakil Menteri Kesehatan untuk wilayah Sinai Utara, Tarek Khater menuturkan sekitar 15 ambulans dikerahkan menuju kota Al-Hasana, Sinai bagian tengah. Pengerahan ini, menurut Khater, didasari atas 'status darurat' yang dinyatakan otoritas setempat. Namun Khater tidak bisa memastikan apakah pengerahan ini karena lokasi jatuhnya pesawat sudah diketahui atau hanya langkah antisipasi saja. (nvc/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini