Operasi gabungan militer AS dengan pejuang Kurdi pekan lalu, berhasil membebaskan 70 orang dari penjara ISIS di Irak. Dalam videonya yang dirilis ke internet, ISIS menyebut operasi itu gagal karena pasukan gabungan AS-Kurdi tidak mampu mengalahkan anggota ISIS yang jumlahnya lebih sedikit.
Seperti dilansir AFP, Sabtu (31/10/2015), video itu menampilkan sejumlah area yang menjadi target serangan AS dan koalisi dan diakhiri adegan eksekusi mati empat pria yang disebut sebagai anggota pasukan keamanan 'peshmerga' Kurdi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS bersama koalisi melancarkan serangan udara melawan ISIS sejak Agustus 2014 lalu. Di Irak, serangan udara ini dimaksudkan untuk mendukung pasukan militer Irak termasuk pejuang Kurdi dalam merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS.
Serangan udara AS juga dilakukan di wilayah Suriah, yang juga dikuasai ISIS. Baru-baru ini, AS memutuskan untuk mengerahkan pasukan khusus ke medan pertempuran di Suriah. Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest menuturkan Presiden AS Barack Obama menyetujui pengerahan kurang dari 50 personel operasi khusus ke Suriah bagian utara, untuk memperkuat pasukan yang kini bertempur melawan ISIS.
Gedung Putih membantah bahwa pengerahan pasukan khusus ini membalikkan kebijakan Obama yang bersikeras tidak mengirimkan tentara AS ke medan pertempuran di Suriah. "Strategi kami di Suriah tidak berubah," tegas Earnest. (nvc/gah)










































