Disampaikan jaksa setempat, Michael von Hagen, seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (30/10/2015), bahwa jasad anak-anak itu diduga bocah imigran asal Bosnia bernama Mohamed yang dilaporkan hilang sejak beberapa waktu lalu. Proses autopsi masih dilakukan untuk memastikan identitas jasad tersebut.
Jasad anak-anak itu ditemukan di dalam kotak yang ditutupi dengan pasir untuk pembuangan kotoran kucing dan diduga waktu kematiannya sudah cukup lama. Penangkapan dan temuan jasad itu terjadi pada Kamis (29/10) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bocah imigran itu dilaporkan hilang sejak 1 Oktober lalu, ketika sang ibunda membawanya dan saudara perempuannya ke pusat pendaftaran pengungsi di Berlin, yang setiap harinya menerima banyak pencari suaka.
Keluarga bocah ini sudah tinggal di Jerman selama lebih dari setahun terakhir dan telah dikabulkan permohonan suakanya. Sang ibunda mendatangi pusat pendaftaran untuk mencairkan tunjangan sosialnya. Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria kurus dan berjenggot membawa bocah itu pergi menjauh dari lokasi.
Dalam memburu pelaku penculikan, polisi setempat menawarkan imbalan 10 ribu euro (Rp 151 juta) bagi setiap petunjuk terkait pelaku. Dua individu swasta juga menawarkan imbalan masing-masing 5 ribu euro untuk penangkapan tersangka dalam kasus ini.
Tersangka yang berusia 32 tahun akhirnya berhasil ditangkap polisi, setelah muncul informasi dari ibunda tersangka sendiri. "Sang ibu menyebut anaknya mengaku kepadanya bahwa dia terlibat penculikan," tutur von Hagen.
Belum diketahui pasti motif penculikan yang berujung pembunuhan ini, hingga kini otoritas setempat masih melakukan penyelidikan secara mendalam. (nvc/mad)











































