Mereka memohon bantuan kemanusiaan segera dari otoritas setempat, karena musim dingin semakin dekat. Ribuan rumah warga hancur akibat gempa yang terjadi pada 26 Oktober lalu. Sejauh ini, korban tewas mencapai lebih dari 390 orang, baik dari Pakistan maupun Afghanistan.
Seperti dilansir AFP, Jumat (30/10/2015), wilayah Khyber Pakhtunkhwa merupakan wilayah terdampak gempa paling parah di Pakistan. Para korban selamat di wilayah ini mengaku mereka mulai kehabisan waktu untuk bersiap menghadapi musim dingin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah kami bukan warga Pakistan? Sekarang kami butuh Pakistan," ucapnya.
Gempa bumi memicu keretakan di sejumlah lokasi di lereng gunung tempat tinggal Wali, sehingga memicu kekhawatiran tanah longsor. Wali meminta pemerintah bertindak sebelum salju datang. "Setelah itu jalanan akan tertutup (salju) dan kita tidak bisa menyelamatkan anak-anak," sebutnya.
Badan Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan (NDMA) mengumumkan peningkatan jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa, dari 14 ribu rumah menjadi lebih dari 25 ribu rumah. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 ribu rumah di antaranya berlokasi di wilayah Khyber Pakhtunkhwa.
Selama beberapa hari terakhir, otoritas setempat berjuang keras mencapai wilayah paling terpencil yang terdampak gempa. Otoritas Pakistan memastikan jumlah korban tewas akibat gempa mencapai 272 orang, dengan lebih dari 2 ribu orang luka-luka.
Sedangkan otoritas Afghanistan menyebut jumlah korban tewas mencapai 121 orang, dengan sekitar 8 ribu rumah warga hancur. Dikhawatirkan jumlah korban tewas masih akan bertambah, karena beberapa wilayah terdampak gempa dikuasai Taliban sehingga sulit diakses. (nvc/ita)











































