Dilaporkan surat kabar AS, Wall Street Journal (WSJ), dan dilansir Reuters, Jumat (30/10/2015), yang mengutip keterangan pihak-pihak yang memahami isu ini bahwa pengusaha bernama Siamak Namazi ini ditangkap sayap intelijen Garda Revolusioner Iran, yang melapor pada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Namazi yang memiliki kewarganegaraan ganda AS-Iran ini menjabat Kepala Perencanaan Strategis pada Crescent Petroleum Co dan sudah beberapa tahun terakhir tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab. Dia pergi ke Teheran sejak tiga bulan lalu untuk mengunjungi kerabatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada WSJ, rekan-rekan Namazi menuturkan bahwa rumah keluarganya digeledah oleh agen intelijen Iran baru-baru ini. Komputer Namazi disita dan beberapa kontak email Namazi menjadi korban serangan dunia maya sejak saat itu.
Dituturkan juga oleh rekan-rekan Namazi, seperti dikutip WSJ, agen keamanan Iran menyita paspor Iran Namazi dan mencengahnya pergi keluar Iran. Namazi kini ditahan di penjara Evin, Teheran, yang banyak menjadi lokasi penahanan para musuh politik pemerintah Iran.
Tidak diketahui pasti alasan penahanan Namazi oleh otoritas Iran. Namun WSJ menyebut, Namazi selama ini dikenal mendukung kesepakatan nuklir Iran dan pencabutan sanksi internasional, yang disebutnya melukai banyak warga Iran.
Namazi merupakan warga AS keturunan Iran keempat yang ditahan di Iran, termasuk koresponden The Washington Post, Jason Rezaian, yang ditangkap sejak Juli 2014 lalu atas tudingan spionase. Warga AS lainnya yang ditahan di Iran adalah Amir Hekmati, mantan personel Marinir AS yang juga dituding terlibat spionase dan juga Saeed Abedini yang mendirikan kelompok pemahaman Alkitab di Iran. (nvc/ita)











































