Seperti dilansir Reuters, Jumat (30/10/2015), pesawat yang terbang dari Los Angeles ke Philadelphia ini terpaksa dialihkan dan akhirnya mendarat darurat di Bandara Internasional Sky Harbor Phoenix pada Kamis (29/10) waktu setempat. Pesawat dengan nomor penerbangan 754 ini dilaporkan membawa 150 penumpang, tiga bayi dan enam awak pesawat saat kejadian.
Penumpang yang dianggap menjadi ancaman diturunkan dari pesawat dan kemudian diamankan polisi setempat. Penumpang itu dibawa ke rumah sakit kejiwaan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tidak disebut identitas penumpang berjenis kelamin laki-laki yang diturunkan dari pesawat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penumpang itu mulai memberikan ceramah, yang isinya mengkhawatirkan dan bernuansa ancaman, hingga memberikan indikasi (dugaan gangguan kesehatan mental) bagi para awak pesawat," imbuhnya.
Tidak dijelaskan lebih lanjut isi ceramah penumpang itu yang dianggap bernada ancaman. Namun Lewis menyebut, penumpang itu sempat melontarkan komentar terkait tragedi 11 September 2001 dan juga menuturkan pandangannya soal pemerintah AS.
Setelah insiden ini, pesawat yang membawa penumpang lainnya melanjutkan penerbangan ke Philadelphia, setelah mengisi bahan bakar di Phoenix. Belum diketahui pasti apakah penumpang yang diturunkan dari pesawat, akan dijerat dakwaan pidana. Otoritas bandara menolak berkomentar dan menyerahkan semuanya kepada polisi.
(nvc/nrl)










































