Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk, AS Kerahkan 4 Jet Tempur

Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk, AS Kerahkan 4 Jet Tempur

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Okt 2015 11:24 WIB
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk, AS Kerahkan 4 Jet Tempur
Ilustrasi (morgueFile/wintersixfour)
Washington - Dua pesawat militer Rusia jenis Tu-142 Bear dideteksi terbang terlalu dekat dengan kapal induk Amerika Serikat, USS Ronald Reagan, yang tengah berlayar di perairan Samudera Pasifik. US Navy pun mengerahkan empat jet tempurnya untuk mencegat pesawat Rusia itu.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN, Jumat (30/10/2015), US Navy mengebut pengerahan empat jet tempur AS jenis F/A-18 ini sebagai bagian dari prosedur standar operasional (SOP) untuk mengawal setiap pesawat asing yang terbang terlalu dekat dengan kapal militer AS.

Menurut militer AS, dua pesawat militer Rusia itu terbang dalam jarak kurang dari 1 mil laut atau 1,8 kilometer dari kapal induk AS. Pesawat Rusia itu terbang pada ketinggian hanya 500 kaki atau 152 meter dari kapal induk AS seberat 100 ribu ton yang sedang ikut serta dalam latihan gabungan dengan militer Korea Selatan pada Selasa (27/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu kapal perang AS yang mengawal USS Ronald Reagan saat latihan gabungan itu telah berusaha berkomunikasi dengan pesawat Rusia, namun tidak mendapat respons.

"Ini merupakan prosedur standar operasional bagi pesawat-pesawat AS untuk mengawal pesawat yang terbang di sekitar kapal US Navy. Interaksi seperti ini bukan belum pernah terjadi sebelumnya. Secara keseluruhan, saya menyebut jenis interaksi ini aman," ucap Komandan US Navy William J Marks dalam keterangannya.

Insiden semacam ini yang melibatkan pesawat militer Rusia bukan yang pertama kali terjadi. Pada 4 Juli lalu, jet tempur AS dikerahkan untuk mencegat pesawat tempur Rusia yang terbang di dekat kawasan pantai California dan Alaska. Kemudian pada Juni lalu, US Navy merilis video sebuah jet Rusia jenis Su-24 terbang mendekati kapal penghancur rudal USS Ross yang tengah berlayar di perairan internasional di Laut Hitam, dekat Crimea. (nvc/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini