Dituturkan salah satu penumpang, Luis Campana (71), kepada Reuters, Jumat (30/10/2015), bahwa suasana di dalam pesawat mencekam ketika kebakaran terjadi pada Kamis (29/10) waktu setempat. Campana yang terbang bersama istri dan saudara perempuannya duduk di deretan depan pesawat tujuan Caracas, Venezuela itu.
"Sungguh menakutkan. Mesinnya meledak. Ketika kami hendak keluar dari pesawat menggunakan seluncuran pesawat, asap tebal mulai masuk dan mesin (pesawat) terbakar," tutur Campana kepada Reuters di Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood, Florida.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Natalia Vargas (50) yang ibunya yang berusia 75 tahun merupakan salah satu penumpang pesawat tersebut, menuturkan cerita mengerikan dari sang ibunda. Menurut Vargas, sang ibunda yang sempat menelepon dirinya dari pesawat, mengaku mendengar dua suara ledakan keras.
"Ada banyak asap. Semua orang takut, tapi semuanya berhasil keluar dari pesawat dengan cepat," ucap Vargas yang berasal dari Venezuela namun sudah lama tinggal di Miami ini.
Insiden ini juga disaksikan penumpang pesawat lain yang pesawatnya tengah mengantre untuk lepas landas. Salah satunya Mike Dupuy yang melihat langsung asap tebal membubung ke udara dari pesawat Boeing 767. Dupuy melihat insiden ini dari jendela tempat duduknya.
"Kami mengikuti pesawat ini ke landasan, dan kemudian tiba-tiba, setelah terdengar teriakan di pesawat, kami melihat keluar jendela dan melihat asap. Kami melihat banyak asap dan kami melihat orang-orang dievakuasi," tutur Dupuy kepada CNN's "Erin Burnett OutFront".
Penyebab kebakaran pesawat ini belum diketahui pasti. Namun penyelidikan awal Otoritas Penerbangan Federal (FAA) menyebut, pesawat berusia 29 tahun ini mengalami kebocoran bahan bakar sebelum lepas landas. Pihak Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) mengirimkan empat orang penyidik ke Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood untuk menyelidiki lebih lanjut insiden ini. (nvc/try)











































