Captagon, Narkoba 2 Ton yang Dibawa Pangeran Saudi di Libanon

Captagon, Narkoba 2 Ton yang Dibawa Pangeran Saudi di Libanon

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 29 Okt 2015 01:05 WIB
Captagon, Narkoba 2 Ton yang Dibawa Pangeran Saudi di Libanon
Foto: Reuters
Jakarta - Pangeran Arab Saudi, Abdel Mohsen Bin Walid Bin Abdulaziz ditangkap otoritas Libanon saat akan menyelundupkan dua ton narkoba yang akan dimasukkan ke pesawat pribadinya untuk dibawa ke Riyadh, Saudi. Ada keistimewaan dari jenis narkoba yang dibawa oleh sang pangeran.

Narkoba yang dibawa Pangeran Saudi adalah jenis amfetamin. Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan menyebut amfetamin adalah jenis yang paling umum dari obat yang digunakan di Arab Saudi. Demikian dilansir CNN, Kamis (29/10/2015).

Jenis yang umum beredar adalah tablet dengan logo Captagon. Merek ini diproduksi pada tahun 60-an dan berhenti dibuat sekitar tahun 80-an. Captagon mengandung stimulan sintetis yang disebut sebagai fenethyline.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, produsen narkoba membuat tablet Captagon palsu. Tablet itu dicap dengan logo Captagon namun mengandung amfetamin dan bahan kimia lainnya.

"Sifat dari bahan psikoaktif di tablet tersebut tidak selalu jelas. Namun, laporan menunjukkan bahwa amfetamin yang diperdagangkan dari Eropa bagian tenggara adalah bahan utama dari Captagon yang ditemukan di pasar konsumen di Timur Tengah (terutama Arab Saudi), biasanya bersama kafein," tulis Kantor PBB dalam situsnya.

Pada bulan Juni lalu, Direktur Eksekutif Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, Yury Fedotov mengatakan bahwa kelompok teroris diduga terlibat dalam perdagangan Captagon.

"ISIL/Da'esh (ISIS) dan al Nusra Front juga diyakini memfasilitasi penyelundupan bahan kimia untuk memproduksi Captagon," kata Yury dalam sebuah konferensi tentang penyelundupan narkoba.

Pejabat-pejabat Libanon mengatakan, mereka berhasil menggagalkan penyelundupan 2 ton pil amfetamin setelah menemukan narkoba tersebut di bandara Beirut pada Senin, 26 Oktober waktu setempat. Penangkapan ini dilakukan setelah otoritas Libanon berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba terbesar di negeri itu.

Narkoba itu dikemas ke dalam 40 koper yang akan dinaikkan ke pesawat pribadi sang pangeran untuk dibawa ke Riyadh. Sang pangeran Saudi dan empat orang lainnya saat ini masih ditahan dan diinterogasi otoritas Libanon. (imk/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads