10 Ribu Senjata Disita Polisi AS dari Rumah Warga

10 Ribu Senjata Disita Polisi AS dari Rumah Warga

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 28 Okt 2015 16:41 WIB
10 Ribu Senjata Disita Polisi AS dari Rumah Warga
Ilustrasi (morgueFile/wintersixfour)
South Carolina - Kepolisian South Carolina, Amerika Serikat menyita nyaris 10 ribu pucuk senjata dari sebuah rumah warga. Seorang pria berusia 51 tahun yang merupakan pemilik rumah itu ditahan polisi.

Seperti dilansir AFP, Rabu (28/10/2015), Brent Nicholson ditahan setelah polisi menemukan sejumlah besar senapan dan pistol tertumpuk di dalam rumahnya, juga di dalam gudang dekat rumahnya. Temuan ini terjadi pada akhir pekan waktu setempat.

Dilaporkan surat kabar setempat Charlotte Observer, ratusan senjata lainnya ditemukan di toko minuman keras yang dikelola Nicholson bersama ayahnya. Tumpukan senjata juga ditemukan di kediaman orangtua Nicholson.

Polisi butuh waktu beberapa hari untuk mendata temuan senjata ini, yang juga termasuk busur panah, amunisi dan lebih dari 500 gergaji. Belum diketahui pasti alasan Nicholson menimbun ribuan senjata ini. Namun diduga, senjata-senjata ini merupakan barang curian dan juga selundupan.

Otoritas setempat membutuhkan sedikitnya empat truk trailer sepanjang 12 meter untuk mengevakuasi senjata-senjata ini. Dilaporkan Charlotte Observer, senjata-senjata ini dibawa ke gudang senjata dekat kantor sheriff setempat, untuk didata dan diproses lebih lanjut.

Temuan senjata ini berawal ketika wakil sheriff setempat mendatangi rumah Nicholson di Pageland, South Carolina untuk menyerahkan surat panggilan dari pengadilan terkait kasus lain. Di halaman depan rumah Nicholson, polisi menemukan sejumlah gergaji dan peralatan las yang sebelumnya dilaporkan dicuri.

Polisi lantas mencari surat perintah penggeledahan dan menggeledah rumah Nicholson. Saat itulah, mereka mendapat temuan mengejutkan, yakni sejumlah besar senjata.

"Mereka mengamankan lokasi dan memanggil bantuan. Kami terus berada di sana sejak saat itu, dan mungkin akan terus bekerja di sana hingga pekan depan," tutur sheriff setempat, Jay Brooks. (nvc/ita)


Berita Terkait