Militer Israel (IDF) menyatakan, tak ada tentara Israel yang terluka dalam insiden yang terjadi Selasa, 27 Oktober waktu setempat itu.
"Seorang tersangka Palestina mendekati perlintasan dan saat para tentara memeriksa tanda pengenalnya, dia mengeluarkan sebilah pisau, mencoba menikam seorang tentara IDF," demikian statemen militer Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak disebutkan identitas warga Palestina yang tewas tersebut.
Sejak 1 Oktober lalu, setidaknya 55 warga Palestina dan satu warga Arab Israel telah tewas dalam aksi-aksi kekerasan, kebanyakan penikaman. Mereka yang tewas termasuk para pelaku penikaman atau yang mencoba menikam. Selain itu, delapan warga Israel juga tewas.
Sejak meningkatnya kekerasan awal bulan ini, otoritas Israel telah menangkap lebih dari 1.000 warga Palestina dan Arab Israel. Kebanyakan dari mereka merupakan para pemuda dan wanita muda.
Dari jumlah itu, menurut Klub Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners Club), kelompok kemanusiaan yang berbasis di kota Ramallah, Tepi Barat, penangkapan terbanyak yakni sebanyak 221 penangkapan, dilakukan di kota Hebron. Penangkapan terbanyak kedua dilakukan di wilayah Yerusalem timur dengan 201 penangkapan, diikuti kemudian dengan Ramallah, Tepi Barat dengan 138 penangkapan. Selain itu, sebanyak 160 warga Arab Israel juga telah ditangkap terkait kekerasan dan bentrokan. (ita/ita)










































