Pejabat-pejabat Libanon mengatakan, mereka berhasil menggagalkan penyelundupan 2 ton pil amfetamin setelah menemukan narkoba tersebut di bandara Beirut pada Senin, 26 Oktober waktu setempat.
Sumber keamanan Libanon mengatakan seperti dilansir New.com.au, Selasa (27/10/2015), Pangeran Abdel Mohsen Bin Walid Bin Abdulaziz dan empat orang lainnya ditahan saat "mencoba menyelundupkan sekitar dua ton pil dan sejumlah kokain."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang pangeran Saudi dan empat orang lainnya saat ini masih ditahan dan diinterogasi otoritas Libanon. (ita/ita)










































