Militer Israel menyatakan, serangan udara tersebut dilakukan menyusul serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel pada Senin, 26 Oktober malam waktu setempat.
"Sebagai respons atas serangan roket, Angkatan Udara Israel, IAF (Israeli Air Force) menargetkan dua lokasi teror Hamas di Gaza," demikian disampaikan militer Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (27/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan udara ini dilancarkan Israel di tengah maraknya kekerasan antara warga Palestina dan Israel. Sejak 1 Oktober lalu, setidaknya 53 warga Palestina dan satu warga Arab Israel telah tewas dalam aksi-aksi kekerasan, kebanyakan penikaman. Mereka yang tewas termasuk para pelaku penikaman atau yang mencoba menikam. Selain itu, delapan warga Israel juga tewas.
Sejak meningkatnya kekerasan awal bulan ini, otoritas Israel telah menangkap lebih dari 1.000 warga Palestina dan Arab Israel. Kebanyakan dari mereka merupakan para pemuda dan wanita muda.
Dari jumlah itu, menurut Klub Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners Club), kelompok kemanusiaan yang berbasis di kota Ramallah, Tepi Barat, penangkapan terbanyak yakni sebanyak 221 penangkapan, dilakukan di kota Hebron. Penangkapan terbanyak kedua dilakukan di wilayah Yerusalem timur dengan 201 penangkapan, diikuti kemudian dengan Ramallah, Tepi Barat dengan 138 penangkapan. Selain itu, sebanyak 160 warga Arab Israel juga telah ditangkap terkait kekerasan dan bentrokan.
(ita/ita)










































