Angkatan Udara Israel Gempur Hamas di Gaza Usai Serangan Roket

Angkatan Udara Israel Gempur Hamas di Gaza Usai Serangan Roket

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 27 Okt 2015 12:26 WIB
Angkatan Udara Israel Gempur Hamas di Gaza Usai Serangan Roket
tentara Israel (Foto: REUTERS/Baz Ratner)
Gaza, - Militer Israel melancarkan serangan udara terhadap target-target kelompok Hamas di wilayah Jalur Gaza. Belum ada laporan mengenai korban akibat serangan udara Israel tersebut.

Militer Israel menyatakan, serangan udara tersebut dilakukan menyusul serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel pada Senin, 26 Oktober malam waktu setempat.

"Sebagai respons atas serangan roket, Angkatan Udara Israel, IAF (Israeli Air Force) menargetkan dua lokasi teror Hamas di Gaza," demikian disampaikan militer Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (27/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan militer Israel, roket tersebut mendarat di sebuah area terbuka di wilayah Shaar HaNegev, Israel selatan, yang berbatasan dengan Gaza, tanpa menimbulkan korban luka.

Serangan udara ini dilancarkan Israel di tengah maraknya kekerasan antara warga Palestina dan Israel. Sejak 1 Oktober lalu, setidaknya 53 warga Palestina dan satu warga Arab Israel telah tewas dalam aksi-aksi kekerasan, kebanyakan penikaman. Mereka yang tewas termasuk para pelaku penikaman atau yang mencoba menikam. Selain itu, delapan warga Israel juga tewas.

Sejak meningkatnya kekerasan awal bulan ini, otoritas Israel telah menangkap lebih dari 1.000 warga Palestina dan Arab Israel. Kebanyakan dari mereka merupakan para pemuda dan wanita muda.

Dari jumlah itu, menurut Klub Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners Club), kelompok kemanusiaan yang berbasis di kota Ramallah, Tepi Barat, penangkapan terbanyak yakni sebanyak 221 penangkapan, dilakukan di kota Hebron. Penangkapan terbanyak kedua dilakukan di wilayah Yerusalem timur dengan 201 penangkapan, diikuti kemudian dengan Ramallah, Tepi Barat dengan 138 penangkapan. Selain itu, sebanyak 160 warga Arab Israel juga telah ditangkap terkait kekerasan dan bentrokan.

(ita/ita)


Berita Terkait