Seperti dilansir AFP, Selasa (27/10/2015), keributan terjadi di sekolah menengah Bibi Hajra yang ada di di Provinsi Takhar, Afghanistan usai gempa 7,5 SR mengguncang pada Senin (26/10) waktu setempat. Para siswa bergegas dan saling berebut keluar ruang kelas.
"Murid-murid berebut untuk keluar dari gedung sekolah di kota Taluqan, setelah gempa bumi mengerikan terjadi dan memicu keributan," ujar Kepala Departemen Pendidikan Takhar, Enayat Naweed kepada AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kerabat korban tewas datang untuk mengambil jenazah korban, mereka sangat tertekan hingga tidak bisa berbicara kepada otoritas setempat untuk dicatat namanya," tutur Kepala Departemen Kesehatan Takhar, Hafizullah Safai.
Jumlah korban tewas di wilayah Afghanistan sejauh ini mencapai 63 orang dan ratusan orang lainnya luka-luka. Pemimpin eksekutif Afghanistan, Abdullah Abdullah menyebut gempa bumi ini merupakan salah satu yang terkuat, yang pernah melanda Afghanistan beberapa dekade terakhir.
Sedangkan sekitar 214 korban tewas lainnya berasal dari wilayah Pakistan. Total hingga kini, korban tewas akibat gempa 7,5 SR ini mencapai 280 orang. Pihak Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa ada di kedalaman 213,5 kilometer dan berada di dekat wilayah Jurm, Provinsi Badakhshan, yang berdekatan dengan wilayah Takhar. (nvc/ita)










































