Serangan bom tersebut terjadi di masjid Al-Mashad di kawasan Dahza, bagian selatan kota Najran pada Senin (26/10) malam waktu setempat.
Kelompok ISIS mengklaim serangan bom di masjid yang disebut ISIS sebagai masjid Syiah Ismaili. Demikian disampaikan SITE Intelligence Group, sebuah organisasi monitoring Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan kementerian, para penyidik kepolisian telah menemukan sebuah kendaraan milik pelaku pengeboman. Di kendaraan tersebut ditemukan selembar surat untuk kedua orangtuanya mengenai kejahatannya.
Kelompok militan, Provinsi Al-Hijaz yang berafiliasi dengan ISIS menyatakan bahwa seorang pejuangnya bernama Abu Ishaq al-Hijazi telah meledakkan sabuk bomnya di masjid tersebut. Dalam statemen yang diposting di akun Twitter, kelompok itu menyatakan bahwa penyerang "meledakkan sabuk bahan peledaknya di antara sekumpulan para musyrik Ismaili."
Sebelumnya pada Agustus lalu, kelompok yang sama mengklaim ledakan lainnya di wilayah bagian selatan Arab Saudi. Sebanyak 15 orang tewas dalam aksi bom bunuh diri di masjid, yang kerap didatangi para anggota unit kepolisian senjata khusus di kota Abha tersebut.
(ita/ita)










































