Bunuh 2 Orang di Sekolah Swedia, Pria Bertopeng Pengagum Hitler

Bunuh 2 Orang di Sekolah Swedia, Pria Bertopeng Pengagum Hitler

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2015 14:30 WIB
Bunuh 2 Orang di Sekolah Swedia, Pria Bertopeng Pengagum Hitler
Foto: Reuters/Bjorn Larsson Rosvall/TT News Agency
Stockholm, - Kepolisian Swedia meyakini bahwa pembunuhan brutal di sekolah yang menewaskan dua orang, bermotif rasis. Pelakunya, pemuda berumur 21 tahun disebut sebagai pengagum Adolf Hitler, pemimpin Nazi.

Penyidik kepolisian Thord Haraldsson mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (24/10/2015), pelaku pembunuhan di kota Trollhattan tersebut merupakan pemuda setempat yang menargetkan "mereka yang berkulit gelap". Namun tidak disebutkan identitas seorang guru dan seorang murid yang tewas dalam insiden tersebut.

Kepolisian juga tidak merilis secara terbuka mengenai identitas pelaku bertopeng bersenjatakan pedang tersebut. Namun media Swedia mengidentifikasinya sebagai Anton Lundin-Pettersson.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepolisian setempat juga menemukan dokumen-dokumen di rumah pelaku yang mengindikasikan serangan itu "direncanakan dan merupakan kejahatan karena kebencian. Pelaku juga meninggalkan semacam pesan bunuh diri.

Memakai pakaian hitam dan bertopeng seperti Darth Vader, pelaku yang membawa pedang mendatangi ruang-ruang kelas di sekolah Kronan. Kepolisian yakin, pelaku memilih sekolah tersebut karena banyak muridnya yang berasal dari keluarga imigran.

Sekolah tersebut diperuntukkan untuk para siswa berumur antara 6 tahun dan 15 tahun. Dalam serangan itu, pelaku menyerang seorang guru dengan pedang hingga tewas. Dia juga melukai seorang remaja yang kemudian meninggal akibat luka-lukanya. Siswa lainnya yang berusia 15 tahun, mengalami luka-luka tikaman yang parah, begitu pula dengan seorang guru yang juga terluka parah.

Kepolisian menyatakan, semua korban tewas dan luka-luka berasal dari keluarga imigran.

Meskipun pelaku tak pernah memiliki catatan kejahatan sebelumnya, namun diketahui bahwa dia seorang penyendiri yang mengagumi Hitler dan Nazi Jerman, serta partai sayap kanan, Sweden Democrats.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads