Menurut AFP, Sabtu (24/10/2015), lebih dari 100 orang juga terluka dalam ledakan bom yang diyakini dilakukan kelompok radikal Boko Haram. Serangan bom pertama terjadi di Maiduguri pada Jumat (23/10) pukul 05.00 waktu setempat di wilayah Jidari, negara bagian Borno, yang menjadi markas kelompok militan Boko Haram.
Menurut Umar Sani, anggota pasukan pengamanan sipil yang membantu militer dalam memerangi Boko Haram, ada dua ledakan di masjid di Jidari tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA) menyatakan, hanya enam orang yang tewas dan 17 orang lainnya luka-luka. Sementara sumber rumah sakit menyatakan korban tewas mencapai 19 orang.
Dikatakan Sani dan Sheriff, dua orang ditangkap dan diserahkan ke militer untuk diinterogasi setelah mereka terlihat menyambut gembira ledakan bom tersebut.
"Kedua orang itu berdiri di kejauhan, saling berpelukan seperti merayakan, dan meneriakkan "Allahu Akbar," tutur Sani. "Bagi mereka itu misi yang berhasil," ujar Sheriff menimpali.
Sementara ledakan lainnya terjadi di Yola, tepatnya di masjid Jambutu Juma'at yang berada di daerah Jimeta. Menurut NEMA, 27 orang tewas dalam ledakan di masjid yang baru diresmikan itu.
Sejak tahun 2009, Boko Haram telah melancarkan pemberontakan untuk mendirikan negara Islam garis keras di Nigeria timur laut. Kelompok itu sebelumnya juga telah menargetkan masjid-masjid dan pemimpin agama yang tidak memiliki ideologi ekstremis seperti Boko Haram.
Setidaknya 17 ribu orang telah tewas sejak pemberontakan Boko Haram dimulai tahun 2009. Lebih dari 2,5 juta orang juga telah kehilangan tempat tinggal akibat serangan-serangan Boko Haram. (ita/ita)










































