Serangan Pria Bertopeng di Sekolah Swedia Bermotif Rasis

Serangan Pria Bertopeng di Sekolah Swedia Bermotif Rasis

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 23 Okt 2015 16:23 WIB
Serangan Pria Bertopeng di Sekolah Swedia Bermotif Rasis
serangan di sekolah Swedia (Foto: Reuters/Bjorn Larsson Rosvall/TT News Agency)
Stockholm, - Swedia diguncang oleh aksi pembunuhan keji di sebuah sekolah di kota Trollhattan. Dalam insiden itu, seorang guru dan seorang murid tewas diserang seorang pria bersenjata pedang.

Kepolisian Swedia menyatakan, pria bertopeng tersebut memiliki motif rasis dalam serangan di sekolah yang murid-muridnya kebanyakan berasal dari keluarga imigran.

Para penyidik kepolisian di kota Trollhattan mengatakan, asumsi soal motif rasis tersebut didasarkan pada benda-benda yang ditemukan di rumah pelaku, termasuk pakaiannya dan perilakunya di tempat kejadian dan pilihan korban-korbannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semuanya memberikan kesan bahwa pelaku bertindak karena motif rasis ketika dia melakukan kejahatannya di sekolah Kronan," demikian pernyataan kepolisian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (23/10/2015).

Kepolisian tidak merilis identitas pelaku pembunuhan keji tersebut. Namun media Swedia mengidentifikasi pelaku sebagai Anton Lundin-Pettersson, pria berumur 21 tahun yang merupakan warga asli Trollhattan. Dilaporkan bahwa pria muda itu mendatangi ruang kelas-kelas di sekolah yang murid-muridnya berumur antara 6 tahun hingga 15 tahun. Kebanyakan pelajar di sekolah tersebut berasal dari keluarga imigran.

Dengan pedang yang dibawanya, pemuda itu membunuh seorang guru dan seorang murid. Dia juga melukai seorang guru dan seorang murid lainnya, yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Polisi menembak pelaku di sekolah tersebut dan dia tewas akibat luka-lukanya di rumah sakit, beberapa jam kemudian.

Pria itu mengenakan topeng Darth Vader dan berkostum hitam. Dia tiba di sekolah dan sempat berfoto dengan siswa yang mengira hal itu adalah lelucon atau kostum Halloween.

"Dia memilih korban-korbannya berdasarkan latar belakang etnis mereka," kata penyidik kepolisian Niklas Hallgren kepada stasiun televisi Swedia, SVT. Namun tak disebut lebih detail mengenai identitas para korban.

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads