Pejabat militer Yaman mengatakan, roket-roket Katyusha menghantam kota tersebut pada Rabu, 21 Oktober waktu setempat. Menurut pejabat tersebut, roket-roket itu ditembakkan oleh pemberontak Syiah Houthi dan sekutunya, pasukan loyalis mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.
"Rumah sakit Al-Mutahideen telah menerima 22 jasad warga sipil," ujar sumber medis seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (22/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Organisasi HAM, Human Rights Watch (HRW) juga menyatakan, pemberontak Houthi dan pasukan pendukung Saleh beberapa kali menembakkan roket dan mortir ke kawasan-kawasan penduduk di Taez.
"Pasukan pro-Houthi harus mengambil semua langkah untuk meminimalisir bahaya bagi warga sipil ... dan menangkap para komandan yang bertanggung jawab atas serangan-serangan yang melanggar hukum itu," demikian disampaikan HRW.
Pemberontak Houthi mulai menguasai ibukota Sanaa pada September 2014 lalu dan berlanjut dengan menguasai wilayah-wilayah lainnya, dengan dibantu pasukan pendukung Saleh.
Menurut PBB, sekitar 4.500 warga sipil Yaman telah tewas sejak Maret lalu, ketika Arab Saudi dan koalisi negara-negara Teluk mulai melancarkan serangan udara terhadap Houthi.
(ita/ita)










































