Hal ini disampaikan senator veteran Australia, Bill Heffernan dalam pertemuan Senat pada Selasa, 20 Oktober malam waktu setempat. Dia pun menyerukan agar penyelidikan publik atas kejahatan seks anak diperluas.
Di depan para senator Australia, Heffernan mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/10/2015), dirinya memiliki dokumen kepolisian "yang sangat mengganggu" tentang para tersangka pelaku kejahatan terhadap anak-anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Heffernan, daftar tersebut diserahkan padanya oleh sebuah badan kepolisian beberapa waktu lalu "karena tampaknya tak ada yang ingin menangani mereka".
Atas hal ini, Jaksa Agung George Brandis mengatakan, dirinya tidak memiliki salinan dari dokumen kepolisian yang dimiliki Heffernan tersebut. Dikatakannya, semua tergantung pada komisi kerajaan untuk memutuskan apakah akan menyelidiki dugaan-dugaan tersebut.
"Hanya karena nama seseorang muncul dalam daftar, tak lantas menjadikan mereka bersalah, dan jika memang ada tuduhan serius... itu harus diserahkan ke tangan kepolisian," tutur Brandis.
"Tak seorang pun di atas hukum. Saya tak berkomentar mengenai tuduhan-tuduhan umum, namun tak seorang pun di atas hukum," tandasnya. (ita/ita)











































