"Saya mengikuti dengan kekhawatiran terhadap situasi ketegangan dan kekerasan yang menyelimuti Tanah Suci," ucap Paus Fransiskus di hadapan jemaat di Saint Peter's Square pada Minggu (18/10) waktu setempat.
"Ada kebutuhan besar saat ini bagi keberanian dan ketabahan untuk mengatakan tidak pada kebencian dan balas dendam dan mengupayakan perdamaian," imbuhnya seperti dilansir AFP, Senin (19/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam konteks Timur Tengah saat ini, perdamaian di Tanah Suci lebih krusial dari sebelumnya," sebutnya.
Pernyataan ini muncul seiring otoritas Israel meningkatkan pengamanan menghadapi maraknya serangan penikaman terhadap warganya. Yang terbaru, Israel mulai mendirikan tembok pembatas di wilayah Yerusalem Timur untuk melindungi warganya dari serangan warga Palestina.
Tembok setinggi 2,5 meter ini secara efektif akan memisahkan wilayah Jabel Mukaber yang dihuni warga Palestina dengan wilayah Armon Hanatziv yang dihuni warga Yahudi, di Yerusalem Timur. Otoritas setempat menyatakan tembok ini akan membentang sepanjang 300 meter. (nvc/ita)











































