Seperti dilansir AFP, Senin (19/10/2015), otoritas setempat menyatakan korban jiwa mencapai 2 orang. Sedangkan sebanyak 19 ribu orang lainnya terpaksa mengungsi ke kamp penampungan sementara.
Korban tewas pertama merupakan remaja 14 tahun yang tewas tertimpa pohon besar yang tumbang menimpa rumahnya saat topan melanda. Korban tewas kedua merupakan wanita berusia 62 tahun yang tewas setelah tembok rumahnya roboh akibat hujan deras yang dipicu topan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir cepat meninggi dan beberapa orang kini mengungsi ke atap rumah," tutur relawan tim penyelamat setempat, Nigel Lontoc kepada AFP.
"Kedalaman air (banjir) kini terlalu dalam bahkan untuk truk militer yang besar, jadi tim kami berusaha menjangkau mereka dengan perahu karet," imbuhnya, sembari menyebut hanya ada 10 tim penyelamat yang dikerahkan saat ini.
Lontoc menuturkan, ribuan orang diperkirakan masih terjebak di desa-desa tersebut, meskipun masih terlalu dini untuk memperkirakan jumlah pastinya. Di antara wilayah yang dilanda banjir ialah Cabanatuan, sekitar 2 jam dari Manila, yang sangat jarang dilanda banjir.
"Beberapa warga telah dievakuasi lebih awal, namun warga lainnya berpikir air (banjir) tidak akan mencapai wilayah mereka jadi mereka terjebak," tutur Lontoc. (nvc/ita)











































