Seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/10/2015), bergerak dengan kecepatan 160 kilometer per jam, topan Koppu kini terdeteksi berada di lokasi 300 kilometer sebelah timur Baler, Provinsi Aurora. Topan ini terus bergerak ke arah barat dan diperkirakan akan mencapai daratan Filipina sekitar 12-18 jam ke depan.
Badan Penanggulangan Bencana setempat menyatakan sekitar 300 orang yang tinggal di wilayah tepi pantai dan di kawasan yang lebih rendah telah diminta mengungsi karena berpotensi dilanda banjir, tanah longsor serta gelombang setinggi 2 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hujan dilaporkan mulai turun di wilayah Manila. Biro Prakiraan Cuaca setempat menyatakan kapal feri dan kapal nelayan telah diimbau untuk mencari perlindungan atau tetap berlabuh karena gelombang besar berpotensi menerjang.
Otoritas bandara setempat terpaksa menunda 14 penerbangan domestik. Sedangkan patroli pantai setempat menunda upaya pencarian kapal pesiar yang membawa 4 orang di Laut China Selatan akibat topan ini.
Pada Jumat (16/10), Presiden Benigno Aquino tampil dalam siaran televisi nasional untuk mengimbau warga agar tidak panik dan tetap waspada menghadapi topan ini. Terakhir kali Presiden Aquino muncul dalam televisi nasional pada tahun 2013, selang sehari sebelum topan super Haiyan menerjang Filipina dan menewaskan lebih dari 6.300 orang. Sekitar 20 topan menerjang wilayah Filipina setiap tahunnya. (nvc/try)











































