Pengungsi Afghanistan Ditembak Mati Saat Lintasi Perbatasan Bulgaria

Pengungsi Afghanistan Ditembak Mati Saat Lintasi Perbatasan Bulgaria

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 16 Okt 2015 14:08 WIB
Pengungsi Afghanistan Ditembak Mati Saat Lintasi Perbatasan Bulgaria
Ilustrasi (REUTERS/Laszlo Balogh)
Sofia - Seorang pengungsi asal Afghanistan ditembak oleh polisi perbatasan saat hendak masuk ke wilayah Bulgaria. Pengungsi ini akhirnya tewas saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Pengungsi yang tidak disebut identitasnya ini berusaha masuk ke wilayah kota Sredets, Bulgaria pada Kamis (15/10) malam waktu setempat dalam rombongan besar bersama pengungsi Afghanistan lainnya. Mereka dilaporkan berusaha masuk secara ilegal ke Bulgaria.

"Patroli perbatasan dan polisi yang ada di lokasi berupaya menghadapi 50 pelanggar, yang masuk secara ilegal ke negara ini," ucap pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Bulgaria, Georgi Kostov seperti dilansir Reuters, Jumat (16/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kostov menuturkan, para pengungsi yang berusia sekitar 20-30 tahun ini berasal dari Afghanistan. Mereka ditahan di dekat Sredets, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Bulgaria-Turki. Semuanya dilaporkan dalam kondisi baik dalam tahanan.

"Mereka memberikan perlawanan saat ditangkap. Salah satu petugas melepas tembakan peringatannya, dan menurut keterangan petugas itu, salah satu imigran luka-luka akibat peluru yang memantul dan kemudian tewas," terang Kostov.

Jaksa setempat tengah menyelidiki lebih lanjut kasus ini. Kasus penembakan semacam ini merupakan yang pertama kali sejak gelombang imigran dan pengungsi memenuhi wilayah Eropa. Perdana Menteri Boliko Borisov langsung meninggalkan pertemuan Uni Eropa yang membahas pengungsi di Brussels, Belgia, setelah mendengar laporan soal insiden penembakan maut ini.

Menanggapi insiden ini, juru bicara badan pengungsi PBB UNHCR, Boris Cheshirkov mengecam penggunaan kekerasan terhadap imigran. Dia juga menyerukan kepada Bulgaria untuk menyelidiki insiden ini secara transparan dan menyeluruh. (nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini