Pengungsi yang tidak disebut identitasnya ini berusaha masuk ke wilayah kota Sredets, Bulgaria pada Kamis (15/10) malam waktu setempat dalam rombongan besar bersama pengungsi Afghanistan lainnya. Mereka dilaporkan berusaha masuk secara ilegal ke Bulgaria.
"Patroli perbatasan dan polisi yang ada di lokasi berupaya menghadapi 50 pelanggar, yang masuk secara ilegal ke negara ini," ucap pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Bulgaria, Georgi Kostov seperti dilansir Reuters, Jumat (16/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka memberikan perlawanan saat ditangkap. Salah satu petugas melepas tembakan peringatannya, dan menurut keterangan petugas itu, salah satu imigran luka-luka akibat peluru yang memantul dan kemudian tewas," terang Kostov.
Jaksa setempat tengah menyelidiki lebih lanjut kasus ini. Kasus penembakan semacam ini merupakan yang pertama kali sejak gelombang imigran dan pengungsi memenuhi wilayah Eropa. Perdana Menteri Boliko Borisov langsung meninggalkan pertemuan Uni Eropa yang membahas pengungsi di Brussels, Belgia, setelah mendengar laporan soal insiden penembakan maut ini.
Menanggapi insiden ini, juru bicara badan pengungsi PBB UNHCR, Boris Cheshirkov mengecam penggunaan kekerasan terhadap imigran. Dia juga menyerukan kepada Bulgaria untuk menyelidiki insiden ini secara transparan dan menyeluruh. (nvc/ita)










































