Malaysia Berjanji Buru Penembak Jatuh MH17 Hingga ke Pengadilan

Malaysia Berjanji Buru Penembak Jatuh MH17 Hingga ke Pengadilan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 16 Okt 2015 12:32 WIB
Malaysia Berjanji Buru Penembak Jatuh MH17 Hingga ke Pengadilan
Kerangka dan puing MH17 (REUTERS/Michael Kooren)
Kuala Lumpur - Otoritas Malaysia berjanji akan memperjuangkan keadilan bagi keluarga korban tragedi Malaysia Airlines (MAS) MH17. Malaysia memastikan akan terus mengejar dan mengadili pelaku di balik tragedi yang menewaskan 298 penumpang dan awak ini.

Disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia Reezal Merican Naina setelah menjadi pembicara dalam ASEAN Connectivity Symposium, seperti dilansir New Straits Times, Jumat (16/10/2015), otoritas Rusia menawarkan kepada otoritas Malaysia untuk berkunjung ke Moskow guna berkoordinasi membahas temuan masing-masing atas tragedi ini.

"Rusia telah menyampaikan undangan kepada kami untuk menghadiri pengumuman laporan versi mereka. Dan saya diberitahu bahwa Wisma Putra (sebutan untuk Kementerian Luar Negeri Malaysia) masih mempertimbangkannya," tutur Reezal Merican Naina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang paling penting bagi kami ialah keadilan bagi mereka yang ada di dalam MH17 yang kehilangan nyawanya karena aksi tidak bertanggung jawab dan tidak bisa diterima oleh pelaku yang menembak jatuh pesawat itu," imbuhnya.

"Tindakan tegas harus dilakukan terhadap pelakunya," tegas Reezal kepada wartawan.

Dalam laporan akhirnya yang dirilis Selasa (13/10), otoritas Belanda mengungkapkan secara resmi penyebab jatuhnya MH17 pada 17 Juli 2014, yakni ditembak jatuh sebuah rudal darat-ke-udara jenis BUK. Laporan itu tidak secara langsung menunjuk pihak yang bertanggung jawab, namun disebutkan rudal itu ditembakkan dari wilayah Ukraina yang dikuasai oleh separatis pro-Rusia. Diketahui bahwa rudal jenis BUK merupakan buatan Rusia.

Otoritas Rusia telah menyatakan ketidakpuasannya atas laporan Belanda itu dengan menyebutnya berat sebelah. Oleh karena itu, otoritas Rusia mengundang seluruh pihak terkait, termasuk otoritas Malaysia dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dalam pengumuman soal hasil penyelidikan versinya atas MH17. Salah satu yang diungkapkan Rusia ialah rudal BUK yang disebut Belanda bukanlah milik Rusia. (nvc/ita)


Berita Terkait