Seperti dilansir AFP, Kamis (15/10/2015), pesawat yang membawa 300 penumpang ini tengah mengudara dari Bandara Mehrabad menuju ke Bandar Abbas, ketika insiden ini terjadi. Saat mengudara, tiba-tiba salah satu mesin pesawat terlepas dan jatuh ke lapangan di bawahnya.
Akibatnya, pesawat ini terpaksa terbang kembali ke Teheran dan melakukan pendaratan darurat. Tidak ada korban luka akibat insiden ini. Tidak disebutkan lebih lanjut penyebab mesin pesawat ini terlepas tiba-tiba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembatasan yang diterapkan kepada Iran telah dicabut sebagian setelah ada perjanjian sementara terkait program nuklir Iran pada Januari 2014 lalu. Pencabutan sebagian sanksi ini berarti memperbolehkan penjualan suku cadang, meskipun penjualan pesawat secara langsung masih dilarang.
Kesepakatan akhir yang dicapai di Wina, Austria, pada 14 Juli lalu berisi pencabutan seluruh sanksi terhadap Iran dan sebagai gantinya, Iran harus membatasi program nuklirnya. Kesepakatan ini akan mulai berlaku pada awal tahun 2016 mendatang.
Dengan adanya pencabutan sanksi ini, Iran berharap bisa membeli langsung pesawat baru. Menteri Transportasi Abbas Akhoundi mengungkapkan rencana Iran untuk membeli pesawat baru dari Airbus dan juga Boeing begitu kesepakatan Wina berlaku. (nvc/nrl)











































