Ali al-Nimr telah dijatuhi hukuman mati atas keikutsertaan dalam aksi-aksi protes di Saudi. Remaja tersebut baru berumur 17 tahun ketika ditangkap pada Februari 2012 lalu. Vonis matinya telah menuai kecaman internasional dikarenakan usianya yang begitu muda dan dugaan bahwa dia telah disiksa untuk mengaku.
"Ketika saya menjenguk putra saya untuk pertama kali, saya tidak mengenali dia," tutur Nusra al-Ahmed, ibunda Ali kepada harian Inggris, Guardian seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita itu meminta Obama menggunakan pengaruhnya atas otoritas Saudi. "Dia (Obama) kepala dunia ini dan dia bisa mengintervensi dan menyelamatkan putra saya," katanya.
"Jika dia melakukan tindakan ini, itu akan menaikkan derajatnya di mata dunia. Dia akan menyelamatkan kami dari tragedi besar," imbuh wanita Saudi itu.
Remaja yang divonis mati itu merupakan keponakan dari Nimr al-Nimr, tokoh agama Syiah yang juga telah divonis mati usai diidentifikasi oleh otoritas Saudi sebagai penggerak aksi-aksi demo di wilayah Provinsi Timur. Di Saudi, hukuman mati dilaksanakan dengan cara dipenggal.
(ita/ita)










































