Dalam penjelasannya, seperti dilansir AFP, Kamis (15/10/2015), otoritas Rusia menyebut sistem peringatan jet tempur Rusia jenis Su-30SM mendeteksi emisi dari objek terbang tak teridentifikasi di dekatnya. Insiden ini terjadi pada 10 Oktober lalu.
"Jet tempur kami berputar dan terbang ke jarak sekitar 2-3 kilometer, bukan dengan tujuan menakut-nakuti, tapi untuk mengidentifikasi objek yang menjadi pertanyaan dan milik siapa objek itu," ucap juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Rusia maupun AS sama-sama menjalankan misi militer terhadap Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah. Juru bicara koalisi militer AS di Suriah, Kolonel Steven Warren mengungkapkan kekhawatiran terhadap aksi Rusia yang dianggap berpotensi memicu tabrakan di udara.
Warren menegaskan, seluruh pilot jet tempur AS dilatih untuk berperilaku semestinya di udara, tapi dengan jarak yang terlalu dekat antara dua pesawat jelas sangat berbahaya.
"Tapi ini -- tapi ini berbahaya, bukan? Sungguh berbahaya jika dua pesawat berada di wilayah udara yang sama tanpa protokol yang jelas demi keamanan seluruh pihak, itulah kenapa kami duduk bersama Rusia untuk memperjelas protokol keamanan," tegasnya. (nvc/ita)











































