Kementerian Dalam Negeri Turki menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/10/2015), ketiga pejabat yang dipecat itu termasuk kepala kepolisian wilayah Ankara serta kepala intelijennya dan kepala keamanan publik.
Pemecatan dilakukan di tengah mencuatnya tudingan bahwa aparat keamanan Turki telah lengah sehingga tak bisa mencegah serangan bom sebesar itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada pihak atau kelompok yang mengklaim bom bunuh diri tersebut. Namun pemerintah Turki menyebut kelompok ISIS sebagai tersangka utama serangan, yang juga melukai lebih dari 500 orang tersebut.
Tanpa menjelaskan lebih detail, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, otoritas Turki telah mendapat laporan intelijen yang mengindikasikan bahwa serangan bom itu mungkin terkait dengan Suriah, di mana para militan ISIS telah menguasai wilayah-wilayah di dekat perbatasan Turki.
Erdogan mengakui telah terjadi kelengahan keamanan dengan adanya ledakan bom kembar tersebut. Namun seberapa besar kelengahan itu, masih akan diselidiki. Erdogan telah memerintahkan penyelidikan tingkat tinggi atas dua aksi bom bunuh diri itu. (ita/ita)











































