Dalam konferensi pers soal laporan akhir penyelidikan mereka, otoritas Belanda menyatakan MH17 ditembak jatuh oleh sebuah rudal darat-ke-udara jenis BUK. Sebanyak 298 penumpang dan awak yang ada di dalam pesawat itu tewas dalam insiden tanggal 17 Juli 2014.
Seperti dilansir AFP, Kamis (15/10/2015), para pakar menyebut kerja sama Rusia sangat penting dan diperlukan dalam penyelidikan untuk mengidentifikasi dalang yang menembak jatuh MH17. Namun kemungkinan besar hal ini tidak akan terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun laporan resmi Badan Keselamatan Belanda (OVV) menyebut penyebab resmi jatuhnya MH17 di wilayah Ukraina bagian timur, namun laporan itu tidak secara langsung menunjuk pihak yang bertanggung jawab. Ketua OVV, Tjibbe Joustra menyebutkan bahwa area asal rudal BUK itu ditembakkan merupakan wilayah yang jelas dikuasai oleh kelompok separatis pro-Rusia.
Pernyataan ini mendukung teori yang selama ini diyakini Ukraina dan Amerika Serikat, bahwa separatis pro-Rusia berada di balik jatuhnya MH17 yang saat itu tengah menempuh penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. Otoritas Rusia maupun perusahaan pembuat rudal BUK sendiri telah membantah dengan tegas setiap tudingan yang diarahkan kepada mereka.
Secara terpisah, jaksa Belanda yang melakukan koordinasi dalam penyelidikan internasional atas insiden MH17 mengaku telah mengidentifikasi sejumlah tersangka namun tidak merilis lebih lanjut nama-namanya.
"Penyelidikan dilakukan di bawah situasi sulit, khususnya dalam upaya pengumpulan bukti dan meminta keterangan dari saksi mata di wilayah yang masih terus dilanda konflik bersenjata," ucap jaksa yang enggan disebut namanya. (nvc/ita)











































