Dituturkan pejabat pemerintah setempat, Udhbhav Bhattarai, seperti dilansir Reuters, Selasa (13/10/2015), tim pencari dan penyelamat membutuhkan waktu 2 minggu untuk mengevakuasi jasad korban tersebut.
Upaya pencarian jasad sekitar 100 pendaki asing yang tertimbun longsor di desa Langtang sejak April lalu terus dilakukan, namun sempat tertunda akibat longsor baru yang terjadi di lokasi yang sama. Upaya pencarian juga terkendala oleh timbunan longsor yang semakin tebal dan diwarnai bebatuan serta salju tebal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bista menegaskan, otoritas setempat akan melanjutkan pencarian korban yang masih hilang.
Desa Langtang yang berjarak 60 kilometer sebelah utara Kathmandu, merupakan salah satu area yang terkena dampak gempa paling parah. Desa ini menjadi lokasi pendakian terkenal di Nepal, setelah wilayah Annapurna dan Himalaya.
Saat gempa bumi berkekuatan 7,8 SR melanda Nepal beberapa bulan lalu, desa Langtang tertimbun longsoran salju dan bebatuan berukuran besar. Tercatat total 8.900 orang tewas akibat dua gempa besar yang mengguncang Nepal pada April dan Mei 2015 lalu. (nvc/nwk)











































