Seperti dilansir Reuters, Selasa (13/10/2015), kakek bernama Karl Andree ini dijatuhi vonis 12 bulan penjara oleh otoritas Saudi pada Agustus 2014. Namun menurut keluarganya, Andree masih mendekam di penjara hingga kini karena menunggu eksekusi hukuman cambuk. Andree ditangkap karena melanggar aturan ketat otoritas Saudi yang melarang alkohol, setelah polisi menemukan wine di dalam mobilnya.
"Ada dua vonis. Vonis pemerintah yang sudah diselesaikan pada Agustus lalu dan masih ada hukuman cambuk ... yang saya perkirakan dia masih ditahan di sana karena hukuman itu belum dijalankan," tutur anak laki-laki Andree, Simon kepada media setempat, BBC Radio.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karl Andree diketahui sudah bekerja untuk perusahaan minyak di Saudi selama 25 tahun. Dituturkan Simon, ayahnya memiliki kondisi kesehatan yang buruk dan pernah menderita kanker sebanyak tiga kali serta menderita penyakit asma.
"Dia seorang pria tua yang ringkih dan saya khawatir hukuman cambuk ini berpotensi menjadi hukuman mati baginya. Itulah kekhawatiran terbesar kami, karena itu kami berusaha mengangkat kasus ini untuk membebaskannya," cetus Simon.
Menanggapi kasus ini, Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan staf diplomatik di Riyadh, Saudi terus memeriksa kesehatan Andree secara rutin. "Para menteri dan pejabat senior telah membahas kasus Andree dengan otoritas Saudi dan kami secara aktif mengupayakan pembebasannya sesegera mungkin," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris. (nvc/ita)











































