Kakek Inggris Terancam Hukuman Cambuk 350 Kali di Arab Saudi

Kakek Inggris Terancam Hukuman Cambuk 350 Kali di Arab Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 13 Okt 2015 17:34 WIB
Kakek Inggris Terancam Hukuman Cambuk 350 Kali di Arab Saudi
Karl Andree (BBC)
London - Otoritas Inggris berupaya membebaskan warganya yang terancam hukuman cambuk 350 kali di Arab Saudi. Kakek berusia 74 tahun ini ditangkap usai kedapatan membawa minuman anggur atau wine di mobilnya.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (13/10/2015), kakek bernama Karl Andree ini dijatuhi vonis 12 bulan penjara oleh otoritas Saudi pada Agustus 2014. Namun menurut keluarganya, Andree masih mendekam di penjara hingga kini karena menunggu eksekusi hukuman cambuk. Andree ditangkap karena melanggar aturan ketat otoritas Saudi yang melarang alkohol, setelah polisi menemukan wine di dalam mobilnya.

"Ada dua vonis. Vonis pemerintah yang sudah diselesaikan pada Agustus lalu dan masih ada hukuman cambuk ... yang saya perkirakan dia masih ditahan di sana karena hukuman itu belum dijalankan," tutur anak laki-laki Andree, Simon kepada media setempat, BBC Radio.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Saya tidak mengkritik Saudi karena ini hukum mereka, ini aturan kehidupan mereka. Ayah saya sudah menjalani masa hukumannya, dia menyesali apa yang terjadi, dia hanya berharap bisa pulang ke rumah," ucap Simon.

Karl Andree diketahui sudah bekerja untuk perusahaan minyak di Saudi selama 25 tahun. Dituturkan Simon, ayahnya memiliki kondisi kesehatan yang buruk dan pernah menderita kanker sebanyak tiga kali serta menderita penyakit asma.

"Dia seorang pria tua yang ringkih dan saya khawatir hukuman cambuk ini berpotensi menjadi hukuman mati baginya. Itulah kekhawatiran terbesar kami, karena itu kami berusaha mengangkat kasus ini untuk membebaskannya," cetus Simon.

Menanggapi kasus ini, Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan staf diplomatik di Riyadh, Saudi terus memeriksa kesehatan Andree secara rutin. "Para menteri dan pejabat senior telah membahas kasus Andree dengan otoritas Saudi dan kami secara aktif mengupayakan pembebasannya sesegera mungkin," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris. (nvc/ita)


Berita Terkait