PM Netanyahu Bersumpah Lawan Teror Pisau terhadap Warga Israel

PM Netanyahu Bersumpah Lawan Teror Pisau terhadap Warga Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 13 Okt 2015 11:43 WIB
PM Netanyahu Bersumpah Lawan Teror Pisau terhadap Warga Israel
Benjamin Netanyahu (REUTERS/Baz Ratner)
Yerusalem - Pisau menjadi simbol baru bagi konflik Palestina dengan Israel. Maraknya serangan terhadap warganya membuat Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu bersumpah akan mengalahkan teror pisau.

Sejak 3 Oktober lalu, sedikitnya 19 insiden penusukan menargetkan warga Yahudi. Dari berbagai serangan pisau itu, sedikitnya 2 warga Israel tewas dan lebih dari 20 warga Israel lainnya luka-luka, termasuk remaja berusia 13 tahun yang mengalami luka serius akibat serangan pada Senin (12/10).

"Teror pisau tidak akan mengalahkan kita," tegas PM Netanyahu dalam pidatonya di hadapan parlemen Israel, seperti dilansir AFP, Selasa (13/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pisau sendiri, terlepas apakah sebagai bagian dari perlengkapan dapur atau sebagai senjata, merupakan jenis alat yang minim teknologi. Pisau mudah didapat dan otoritas berwenang tidak bisa dengan mudah melarang penggunaan pisau karena alat ini melekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Ini merupakan objek sehari-hari yang dimiliki semua orang di rumah atau bisa didapat dengan mudah, tidak memerlukan pelatihan (dalam menggunakannya) dan mudah disembunyikan," tutur psikolog Shaul Kimhi.

"Serangan pisau bukan dimaksudkan untuk membunuh tapi untuk menyebar ketakutan dan tujuan itu tercapai. Warga Israel merasakan ketakutan yang tidak proporsional atas ancaman ini," imbuhnya.

Berbagai macam serangan pisau didalangi warga Palestina dan juga warga Israel keturunan Arab. Pada Senin (12/10), seorang warga Palestina berusia 18 tahun tewas ditembak polisi setelah menikam polisi di gerbang Kota Tua, Yerusalem. Sang polisi selamat karena mengenakan rompi pelindung. Pada hari yang sama, seorang wanita Palestina menikam seorang polisi Israel di dekat markas mereka di Yerusalem, sebelum dia ditembak hingga luka-luka.

Dalam serangan lainnya, dua warga Palestina menikam dua warga Israel di pemukiman Pisgat Zeev, Yerusalem Timur. Salah satu pelaku serangan yang berusia 17 tahun tewas ditembak, sedangkan satu pelaku lainnya yang berusia 13 tahun ditembak hingga luka-luka. Sementara kedua korban penikaman yang berusia 13 tahun, saat ini dalam kondisi kritis di rumah sakit dan korban yang berusia 25 tahun mengalami luka serius.

Pada Senin (12/10) malam, seorang pria Arab menikam seorang tentara Israel di sebuah bus di Yerusalem. Pelaku berusaha merampas senjata tentara tersebut hingga melukainya sebelum dia ditembak mati polisi Israel di lokasi kejadian. Total 10 warga Palestina pelaku serangan tewas ditembak dan beberapa luka-luka. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads