Seperti dilansir AFP, Senin (12/10/2015), polisi yang menjadi korban penikaman mengenakan rompi pelindung sehingga tidak mengalami luka-luka dalam insiden ini. Sedangkan pelaku penikaman akhirnya ditembak mati oleh polisi lain yang ada di dekat lokasi kejadian.
Kepolisian mengidentifikasi pelaku sebagai warga keturunan Arab, tanpa menyebut apakah dia warga Palestina atau warga Israel. Identitas pelaku juga tidak disebut lebih lanjut, polisi hanya menyebut pelaku sebagai teroris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belasan insiden penusukan yang menargetkan warga Yahudi banyak terjadi sejak 3 Oktober lalu, yang diawali ketika seorang warga Palestina menikam dua warga Israel di Kota Tua hingga tewas. Serangan penikaman balasan kemudian terjadi di kota Dimona, Israel, ketika remaja Yahudi berusia 17 tahun menusuk dua warga Palestina dan dua warga Israel keturunan Arab hingga luka-luka.
Kerusuhan pun pecah di wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat, hingga meluas ke wilayah Gaza. Bentrokan dengan polisi Israel di perbatasan dengan Gaza dilaporkan menewaskan 9 warga Palestina, pekan lalu.
Pada Minggu (11/10), Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Gaza sebagai balasan atas dua roket yang jatuh di wilayahnya. Serangan udara Israel menewaskan seorang wanita hamil dan anaknya yang masih balita. Dalam pernyataannya, Israel menyatakan serangannya ditargetkan kepada pabrik pembuat senjata milik Hamas di Gaza. (nvc/nrl)











































